The 11th APRU Population Aging Virtual Conference 2021

    UI Tuan Rumah Konferensi Ilmiah Internasional Bidang Kesehatan

    Citra Larasati - 07 April 2021 18:34 WIB
    UI Tuan Rumah Konferensi Ilmiah Internasional Bidang Kesehatan
    Kampus UI. Foto/Dok. UI.



    Jakarta:  Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) menjadi tuan rumah acara “The 11th Asia Pacific Rim Universities (APRU) Population Aging Virtual Conference 2021”. Konferensi ilmiah tahunan ini diselenggarakan oleh Association of Pacific Rim Universities (APRU) yang membahas isu-isu kesehatan global.

    Konferensi APRU Population Aging tahun ini mengangkat tema utama "Challenges and Resilience Related to Aging Population: Surviving and Thriving towards Successful Aging".  Agenda diselenggarakan secara virtual selama dua hari (7-8 April 2021), dan dapat disaksikan di kanal Youtube FKM UI.






    Rangkaian kegiatan konferensi terdiri dari sesi keynote, plenary, simposium, presentasi oral dan poster, serta lomba pembuatan video. Dari tema utama acara ini terdapat 10 topik spesifik yang dibahas mendalam di sesi diskusi panel.

    Sepuluh Topik tersebut antara lain Economic and Aging Society, Technology and Health Care for Aging, Dementia and Alzheimer, Reproductive Health in Aging Population, Nutrition and Aging, Metabolic Syndrome, Psychosocial Issues in Aging, dan Population Aging in the COVID-19 Era.

    Rektor UI, ARi Kuncoro mengatakan, penyelenggaraan kegiatan konferensi ini sejalan dengan misi UI untuk melaksanakan tridarma perguruan tinggi yang mampu menjawab tantangan nasional dan global menuju industri 4.0.

    “UI telah bertekad untuk menjadi universitas riset kelas dunia yang berkomitmen pada inovasi akademik dan penelitian, untuk itu diharapkan konferensi ini dapat menjadi wadah kolaborasi antarakademisi anggota APRU dalam bidang penelitian kesehatan lansia,” ujar Ari, Rabu, 7 April 2021.

    Baca juga:  Asesmen Nasional Bakal Tunjukkan Kualitas Pendidikan Selama Pandemi

    Sekretaris Universitas UI, Agustin Kusumayati memaparkan, pentingnya kolaborasi dan kerja sama pada penanganan permasalahan penduduk usia lanjut. “Lansia pada dasarnya lebih rentan di masa pandemi ini, karena terkait permasalahan komorbid (penyakit bawaan), dan pembatasan interaksi yang menyebabkan rasa kesepian di kalangan penduduk usia lanjut,” ujarnya.

    Konferensi APRU ini diharapkan dapat menghasilkan ide-ide konstruktif terkait permasalahan usia lanjut di era pandemi.

    Angelique Chan (Program Coordinator APRU Population Aging) dalam pemaparannya juga menjelaskan terkait permasalahan-permasalahan yang dihadapi penduduk usia lanjut. Menurutnya, saat ini populasi dunia secara umum menuju jumlah populasi yang didominasi oleh lansia (60 tahun ke atas).

    APRU memprediksi bahwa akan terjadi kenaikan jumlah penduduk usia lanjut sebesar 60 persen di Asia pada tahun 2030. Menurutnya, terdapat empat masalah mendasar yang membayangi penduduk usia lanjut, yaitu kegelisahan (anxiety), kehilangan tujuan hidup (meaning), kehilangan fungsi anggota tubuh (disability), dan masalah pengasuhan (caregiver).

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id