Diskusi Film, UNS Undang Sutradara dari Washington DC

    Citra Larasati - 13 Januari 2021 11:57 WIB
    Diskusi Film, UNS Undang Sutradara dari Washington DC
    Diskusi Film Sejauh Kumelangkah. Foto: Dok. UNS
    Jakarta:  Program Studi (prodi) Pendidikan Khusus (PKh) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggandeng sutradara Ucu Agustin yang kini berdomisili di Washington DC untuk menonton bersama dan diskusi mengenai film yang berjudul Sejauh Kumelangkah. 

    Dekan FKIP UNS, Mardiyana yang mengapresiasi kesediaan Ucu Agustin yang hadir pada acara yang digelar secara daring tersebut.  “Apresiasi saya haturkan pada Prodi PKh dan Ibu Ucu Agustin yang telah berinisiatif memutar film yang mengandung nilai-nilai inklusif ini,” kata Mardiyana, Rabu, 13 Januari 2021.

    Lebih dari 150 orang yang ikut serta dalam acara menonton film dan diskusi bersama Ucu Agustin ini. Mereka berasal dari Dosen PKh, mahasiswa PKh, guru Sekolah Luar Biasa (SLB), dan umum.

    Uniknya, film dokumenter berdurasi 34 menit ini memiliki versi inklusif yang dapat dinikmati oleh tunanetra karena terdapat deskripsi suara. Terdapat pula closed caption atau keterangan yang tertera sepanjang film saat diputar agar penonton tuli juga dapat menonton dan memahami alur cerita dari film dokumenter yang berhasil menyabet Piala Citra pada tahun 2019 lalu untuk kategori dokumenter film pendek terbaik.

    Baca juga:  Ketua MA Jadi Kandidat Guru Besar Undip

    Setelah pemutaran film yang mengisahkan persahabatan antara Dea dan Salsa ini, acara dilanjutkan diskusi moderator dengan sutradara Ucu Agustin. Dalam diskusi, ketika menggarap film ini, Ucu mengaku ingin mengangkat isu inklusif agar lebih diperhatikan.

    Hal ini tergarap dan tertuang dengan apik pada film dokumenter Sejauh Kumelangkah dengan tema persahabatan. Walau tergolong sukses, tentu terdapat pengorbanan yang dilakukan Ucu untuk menggarap film ini, seperti harus bolak-balik antara Indonesia-Amerika selama proses pembuatan film berlangsung.

    Namun semua itu, kata Ucu, terbayar tuntas dengan kesuksesan film Sejauh Kumelangkah.  Sepanjang sesi berlangsung, terdapat pula juru bahasa isyarat agar peserta tuli dapat mengikuti diskusi dengan baik.

    Acara yang digelar Prodi PKh pada Kamis, 7 Januari 2021 lalu ini, tergolong inklusif karena semua peserta dengan latar belakang difabel yang berbeda dapat menyimak dengan baik karena fasilitas yang disediakan. Setelah sesi diskusi dengan moderator, dibuka sesi tanya jawab dengan peserta.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id