Wamenag: Riset Adalah Kewibawaan Perguruan Tinggi

    Citra Larasati - 05 Desember 2019 16:02 WIB
    Wamenag: Riset Adalah Kewibawaan Perguruan Tinggi
    Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi. Foto: Kemenag/Humas
    Jakarta:  Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam (Pendis), Kementerian Agama baru saja menggelar Biannual Conference on Research Result (BCRR). Ajang penilaian hasil penelitian terbaik para dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) ini berlangsung di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, 2-4 Desember 2019.

    Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi saat penutupan BCRR mengingatkan sivitas akademika PTKI untuk konsisten dalam menghasilkan riset berkualitas. Menurutnya, hasil riset yang mumpuni diperlukan untuk ikut meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

    Peningkatan kualitas SDM, kata Zainut, akan memberikan pengharapan kerja yang berorientasi pada peningkatan kecakapan serta penguatan keagamaan yang baik.  “Tantangan terbesar dari dunia perguruan tinggi manapun adalah bidang riset ini. Kewibawaan dan nama besar perguruan tinggi juga sangat ditentukan oleh riset,” tegas Wamenag dalam keterangan tertulisnya yang diterima Medcom.id, Kamis, 5 Desember 2019.

    Kepada peserta BCCR dan pemangku kepentingan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Wamenag berpesan agar serius dan terus mengembangkan riset. Pasalnya, riset merupakan akumulasi seluruh kompetensi atau kapasitas sivitas akademika, mulai dari penguasaan pengetahuan, kemampuan nalar, kecakapan dalam menuangkan tulisan, hingga mempertahankan ide dan gagasan.

    Zainut mengapresiasi BCRR sebagai terobosan PTKI dalam pengembangan riset, sekaligus sebagai instrumen pertanggungjawaban akademik Kementerian Agama. Sekecil apapun anggaran yang digunakan, harus dapat berkontribusi bagi pengembangan lingkungan kemasyarakatan dan kewibawaan bagi dunia perguruan tinggi.

    “Tugas PTKI ikut mempersiapkan generasi unggul di zaman yang penuh dengan tantangan kompleks,” tandasnya.

    Dari 64 hasil penelitian yang dikontestasikan dalam BCRR 2019 ini, terpilih lima penelitian terbaik utama dan 20 peneliti terbaik. BCRR rencananya akan menjadi agenda rutin dua tahunan yang akan digelar oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Kegamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id