Guru Dituntut Adaptif dengan Net Generation

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 25 November 2019 18:11 WIB
    Guru Dituntut Adaptif dengan <i>Net Generation</i>
    Siswa memegang tablet untuk media belajar. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
    Jakarta:  Anggota Komisi X DPR Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan memandang peringatan Hari Guru Nasional merupakan momentum yang tepat untuk mengubah metode pengajaran di kelas menjadi lebih transformatif. Terlebih bagi guru, yang kian dituntut dapat menyesuaikan diri dengan dunia net generation atau generasi milenial yang melek teknologi.

    Bahkan perkembangannya begitu cepat dan dinamis terlebih lagi sejak kehadiran generasi milenial atau net generation yang melek dengan teknologi.  "Dengan kehadiran generasi milenial tersebut maka pola-pola pembelajaran seperti teacher centered di kelas sudah usang dan membosankan. Untuk itu guru perlu mengganti pola pengajaran menjadi student participation," kata Putra, Jakarta, Senin, 25 November 2019.

    Putra menjelaskan melalui metode partisipatif ini siswa menjadi lebih aktif dalam melakukan diskusi di kelas. Selain itu juga lebih berani untuk berbagi pengetahuan dengan rekan sejawat.  Ia menambahkan, dengan begitu guru hanya cukup melakukan pendampingan atau menjadi penengah jika terjadi perdebatan atau hal-hal substantif yang tidak dipahami oleh siswa.

    "Jadi dengan metode seperti itu, guru bisa ikut mencermati perkembangan siswa dengan mudah dari waktu ke waktu. Sehingga dengan begitu guru bisa memberikan masukan agar siswa bisa semakin berkembang," jelasnya.

    Selain itu, yang juga penting adalah guru harus menjadi suri teladan utama.  Mengingat guru juga sekaligus ikut andil mengimplementasikan nilai-nilai etika Pancasila di sekolah.

    Nilai-nilai murni itu harus disesuaikan dengan perkembangan net generation yang ada saat ini.  "Karena itu guru juga perlu memahami karakter net generation tersebut terlebih dahulu," katanya.

    Putra yang pernah menjadi Pemimpin Redaksi Metro TV ini menjelaskan ada tujuh karakter net generation yang saat ini menjadi fenomena kekinian. Pertama adalah kebebasan dalam mengakses berita melalui internet dan aktivitas online lainnya.

    Dengan kebebasan tersebut maka siapapun bisa melakukan tindakan sesuka hati. "Kedua customization yang menjadi ciri khas dari net generation. Sebagai konsumer yang aktif, dapat memperoleh sesuatu, menyesuaikan, memodifikasi dan menjadikan sesuatu itu menjadi miliknya," ujar Putra.

    Ketiga, scrutiny atau pemeriksaan teliti, sebagai sebuah karakteristik yang berkaitan dengan sikap kritis untuk membedakan informasi yang reliable dan informasi yang tidak reliable.  "Hal ini bisa terjadi karena net generation sudah sangat dekat dengan internet dan memiliki pandangan alternatif akibat banjir informasi di internet," tuturnya.

    Sementara itu yang keempat, integritas.  Yakni mempunyai sikap yang kuat, sadar dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukan. Kemudian kelima adalah entertainment atau hiburan. Net generation tentu akan mencari fungsi hiburan untuk menyenangkan diri secara daring, dengan kemudahan akses yang bisa didapatkan dalam waktu singkat.

    Keenam adalah speed, kecepatan. Net generation itu fokus pada kecepatan dan respons instan, karena adanya kecanggihan teknologi informasi yang dapat diakses tanpa batasan ruang dan waktu.  Sehingga penyebaran informasi bisa dilakukan secara singkat.

    "Ketujuh adalah inovasi. Kemunculan net generation pada dasarnya adalah adanya inovasi yang dinamis, ide-ide baru temuan-temuan baru dan bahkan masa depan baru ," katanya.

    Atas dasar itulah, guru harus mempunyai bekal yang kuat dan bisa beradaptasi menyesuaikan diri dengan net generation ini. Menurutnya jika guru masih konvensional atau menggunakan cara-cara dan pola lawas , siswa bakal guru adalah sesuatu yang jadul dan usang.  "Jadi perlu sekali guru juga memperbaiki kapasitas metode pengajarannya di kelas dengan metode transformatif," tandasnya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap sistem pendidikan Indonesia dapat berubah drastis. Jokowi menganggap, sistem pendidikan Indonesia sudah ketinggalan zaman.
     
    "Presiden sangat mengharapkan ada perubahan drastis di dalam sistem pendidikan kita," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 25 November 2019.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id