Kemendikbudristek: 33% Sekolah Sudah Gelar PTM Terbatas

    Antara - 16 Juni 2021 20:40 WIB
    Kemendikbudristek: 33% Sekolah Sudah Gelar PTM Terbatas
    Ilustrasi. Foto: Medcom/Arga Sumantri.



    Jakarta: Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD Dikdasmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Sri Wahyuningsih membeberkan ada 33 persen sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Sisanya, masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

    "Sebanyak 33 persen dari 435.650 sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK sudah menerapkan PTM terbatas. Sedangkan 67 persen lainnya masih menerapkan pembelajaran jarak jauh," kata Sri di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021.

     



    Dia menjelaskan pelaksanaan PTM sudah mendapat izin orang tua. Jika ada paparan covid-19 maka sekolah akan dihentikan sementara. Dalam Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek dan Kementerian Agama, sekolah harus mempersiapkan protokol kesehatan sebelum dan setelah PTM berlangsung.

    Sebelum PTM terbatas, hal-hal yang harus disiapkan meliputi kegiatan disinfeksi, memastikan kecukupan cairan desinfektan, sabun cuci tangan dan air bersih. Selain itu, masker dan thermogun yang berfungsi dengan baik, serta memantau kesehatan warga satuan pendidikan.

    Baca: Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Bandung Hentikan Uji Coba PTM Terbatas

    Setelah PTM terbatas, hal yang sama harus dilakukan, ditambah dengan melaporkan hasil pemantauan kesehatan warga satuan pendidikan kepada dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama.

    Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes Erna Mulati, menyampaikan, pihaknya berkolaborasi dengan Kemendikbudristek, Kemenag dan Kementerian Dalam Negeri akan melakukan serangkaian webinar per provinsi untuk persiapan PTM terbatas. Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk terus mempercepat vaksinasi terutama untuk para guru dan tenaga kependidikan.

    Spesialis Pendidikan Wahana Visi Indonesia (WVI), Adhimas Wijaya, mengatakan hasil survei kerentanan yang dilakukan WVI dengan sampel 924 anak, sebanyak 59,67 persen responden menyatakan sekolah sudah melakukan PTM terbatas dan 64,57 persen yang memiliki akses belajar dari rumah.

    Namun, ketika sekolah sudah melaksanakan PTM terbatas, tidak semua sekolah memfasilitasi anak untuk belajar dari jauh. Dengan kata lain, anak tidak bisa memilih untuk mengikuti PTM atau tetap PJJ dan hanya 51 persen anak menyampaikan sekolah tetap memfasilitasi tatap muka terbatas dan kombinasi PJJ.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id