Presiden Singapura Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan

    Patricia Vicka - 06 Februari 2020 14:21 WIB
    Presiden Singapura Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan
    Presiden Singapura, Madam Halimah Yacob ( kerudung abu-abu) saat dialog interaktif dengan mahasiswa UGM di Yogyakarta. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka
    Yogyakarta:  Presiden Singapura, Madam Halimah Yacob melakukan dialog interaktif dengan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di sela-sela kunjungan kenegaraannya ke Indonesia.  Dalam dialog ini, Halimah mendorong mahasiswa dan sivitas akademika UGM untuk meningkatkan kerja sama antara dua negara yakni Indonesia dengan Singapura.

    Halimah memandang, mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa perlu memperkuat kerja sama dan hubungan baik antardua negara untuk mengatasi tantangan global.  "Kita sekarang menghadapi masalah global bersama seperti perubahan iklim, kondisi ekonomi yang tidak stabil, kesehatan dan terorisme. Saya berharap pada mahsiswa UGM ke depan agar meningkatkan kerja sama dengan Singapura untuk menyelesaikan permasalahan ini," tegas Halimah, di UGM, Kamis 6 Februari 2020.

    Halimah menjelaskan, kerja sama dua negara sudah terjalin sejak masa kerajaan.  Hubungan baik ini kemudian berlanjut usai kemerdekaan kedua belah negara.

    Di masa kini kerja sama kedua negara ada di berbagai macam sektor. di antaranya sektor industri, ekonomi, budaya dan Sumber Daya Manusia (SDM).

    Halimah mencontohkan pemerintah Singapura dan Indonesia bekerja sama untuk peningkatan kualitas dan kehidupan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kerja sama ini dilakukan oleh Singapura dan Indonesia Foundation di Jakarta.

    "Di Bidang pertahanan keamanan, Singapura dan Indonesia sudah melakukan pelatihan militer bersama- sama sejak 1974," kata dia.

    Selain itu ada setidaknya 20 Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian kerja sama antardua negara untuk meningkatkan kualitas SDM.  Peningkatan SDM ini dilakukan melalui kegiatan pertukaran pelajar, summer course, beasiswa serta pertukaran seniman dan para guru.

    UGM adalah salah satu partner kerja sama Singapura dalam hal peningkatan kapasitas SDM.  Halimah melanjutkan, pihaknya pernah mengirim para seniman Singapura untuk belajar budaya di Indonesia terutama di Yogyakarta.

    "Seniman kami datang ke sini untuk belajar budaya. Seperti melihat pembuatan Sarung batik, baju kurung, dan baju kebaya," jelasnya.

    Ke depan pemerintah Singapura masih akan terus mencari peluang-peluang kerja sama di berbagai bidang dengan pemerintah Indonesia. Salah satu bidang yang berpotensi untuk peningkatan kerjasama adalah dibidang ekonomi digital. Apalagi saat ini Indonesia tengah  giat mempersiapkan SDM untuk siap memasuki era Industri 4.0.

    "Banyak peluang ekonomi digital yang saya lihat bisa lebih ditingkatkan kerja sama seperti 
    E- Commerce, Fintech, artificial intelligence. Kami sudah mulai bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk meningkatkan kualitas SDM. Saya percaya hubungan ini ke depannya akan bertumbuh," ujar dia.

    Rektor UGM Panut Mulyono menyambut baik kehadiran dan peluang kerja sama ini.  Pihaknya siap untuk lebih meningkatkan kerja sama dengan Singapura terutama dibidang peningkatan kualitas SDM.

    "Kita harus lebih memperkuat kerja sama untuk mempersiapkan generasi mendatang.  Agar siap menjadi pemimpin global yang dapat menyelesaikan permasalahan dunia," tegas Panut.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id