Survei: 25,4% Responden Penerima Bantuan Kuota Mengaku Kurang Puas

    Ilham Pratama Putra - 16 Oktober 2020 17:28 WIB
    Survei: 25,4% Responden Penerima Bantuan Kuota Mengaku Kurang Puas
    Siswa memegang bantuan tablet dari Kemendikbud dalam program Digitalisasi Sekolah. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
    Jakarta: Arus Survei Indonesia (ASI) melakukan survei terhadap 1.000 orang masyarakat umum tentang persepsi publik terhadap kebijakan subsidi kuota dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dari 1.000 responden, hanya 30 persen atau 300 responden yang merupakan penerima bantuan kuota internet.

    "Dari responden secara nasional, sebanyak 66,8 persen publik mengaku bukan (sasaran) penerima," kata Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif'an dalam Rilis Hasil Survei ASI "Polemik dan Presepsi Publik Terhadap Bantuan Kuota Internet" Jumat, 16 Oktober 2020.

    Lebih lanjut, bagi mereka yang mengaku sebagai menerima bantuan, sebesar 39,3 persen di antaranya mengaku tidak cukup dengan bantuan yang diberikan Kemendikbud.

    "39,9 persen (dari responden yang menerima bantuan) mengaku masih kurang, 53,5 persen sudah cukup dengan kapasitas kuota dan sisanya 7,3 persen menjawab tidak tahu," lanjut Ali.

    Baca juga:  Survei: 20% Masyarakat Tidak Tahu Ada Subsidi Kuota Internet

    Dari mereka yang menerima bantuan kuota internet tersebut, pihaknya juga melakukan survei lanjutan. Yakni mengenai kepuasan terhadap bantuan kuota internet.

    Didapatkan hasil, yakni 10,1 persen warga pendidikan merasa sangat puas. Sementara yang menyebut cukup puas sebesar 53,1 persen, kurang puas 25,4 persen, sangat tidak puas 6,7 persen dan tidak tahu atau tidak menjawab 4,7 persen.

    Ali menyebut, jika survei nasional dengan 1.000 responden ini sangat mewakili jumlah populasi. Survei dilakukan di 34 provinsi dengan menggunakan teknik random sampling.

    Adapun margin of error dalam survei ini ialah 3,10 persen dan tingkat kepercayaannya 95 persen. Survei ini dilakukan dengan cara wawancara via telepon yang disertakan kuisioner.

    Survei dilakukan dalam total waktu 10 hari. Survei berlangsung dari tanggal 7 hingga 11 Oktober 2020.

    Sebelumnya, Kemendikbud menggelontorkan dana sebesar Rp7,2 Trilun untuk bantuan kuota Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Bantuan pulsa ini bakal diberikan kepada pelajar, guru, dan dosen mulai September selama empat bulan ke depan.

    "Sebesar Rp7,2 triliun kami kerahkan untuk pulsa atau kuota bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen," kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam rapat kerja Komisi X DPR RI secara virtual, Kamis 27 Agustus 2020.

    Rincian bantuan pulsa dalam bentuk kuota internet gratis ini diperuntukkan bagi siswa yakni sebesar 35 gigabyte per bulan, lalu guru 42 gigabyte per bulan. Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen diberikan masing-masing 50 gigabyte per bulan.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id