Cegah 'Korban' PJJ, Sekolah Didorong Maksimalkan Peran Bimbingan Konseling

    Ilham Pratama Putra - 19 Oktober 2020 12:25 WIB
    Cegah 'Korban' PJJ, Sekolah Didorong Maksimalkan Peran Bimbingan Konseling
    Komisioner bidang Pendidikan Retno Listyarti. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
    Jakarta: Salah seorang siswi berinisial MI (16) asal Gowa, Sulawesi Selatan, diduga bunuh diri akibat terbebani tugas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Guna menghindari kejadian serupa, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta sekolah untuk memberikan bimbingan konseling.

    "Peran wali kelas dan guru bimbingan konseling menjadi sangat strategis dalam membantu anak-anak yang memiliki masalah psikologi, termasuk kesulitan dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh," kata Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti kepada Medcom.id, Senin 19 Oktober 2020.

    Menurut Retno, PJJ telah menjadi momok bagi para siswa saat ini. PJJ yang sudah berjalan tujuh bulan ini membuat psikologis anak terganggu.

    "KPAI mendorong peran sekolah dalam membantu anak-anak yang mengalami masalah mental atau psikologis akibat pandemi covid-19 yang sudah mencapai tujuh bulan," terang dia.

    Baca: PJJ Renggut Nyawa, Kemendikbud: Penyederhanaan Beban Tugas Tak Berjalan

    Menurut Retno, di tengah pandemi, pemberian bimbingan konseling tak melulu harus dilakukan secara langsung. Pelajar juga bisa mendapatkan layanan konseling via daring.

    "Konsultasi dapat dilakukan melalui aplikasi WhatsApp atau aplikasi lain yang mudah dijangkau guru dan anak-anak. Kerap kali, anak-anak hanya butuh didengar, ada saluran curhat selain ke sahabatnya, bisa juga ke guru BK dan wali kelas agar dapat diberikan solusi yang tepat," terang Retno.

    KPAI menyesalkan adanya kejadian bunuh diri pelajar tersebut. Menurut KPAI, ini menunjukkan PJJ berpotensi meningkatkan depresi, tak hanya bagi pelajar namun juga orang tua.

    "Kalau benar bahwa motif bunuh diri ananda adalah karena frustasi belajar jarak jauh selama pandemi, maka ini merupakan korban PJJ kedua yang meninggal setelah ananda yang dianiaya orangtuanya saat belajar jarak jauh," ujar Retno.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id