Rektor Unipar Jember Mundur Setelah Dilaporkan Pelecehan Seksual

    Antara - 18 Juni 2021 21:32 WIB
    Rektor Unipar Jember Mundur Setelah Dilaporkan Pelecehan Seksual
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jember:  Rektor Universitas PGRI Argopuro (Unipar) Kabupaten Jember, Jawa Timur berinisial RS mengundurkan diri dari jabatannya.  RS mengundurkan diri setelah dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap dosen perempuan di kampus setempat.

    "Yang bersangkutan sudah mengundurkan diri dari jabatannya berdasarkan keputusan pada 17 Juni 2021," kata Kepala Biro III Humas, Perencanaan, dan Kerja sama Unipar PGRI Jember, Ahmad Zaki Emyus kepada sejumlah wartawan di Jember, Jumat, 18 Juni 2021.

     



    Ia mengatakan, pihak Yayasan IKIP PGRI Jember sudah menerima laporan suami korban yang menjelaskan kronologis kejadian dan tuntutannya terkait dengan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh RS tersebut.

    "Kampus tidak ingin terseret dalam kasus itu, karena pelecehan seksual merupakan perbuatan pribadi yang dilakukan oleh petinggi Unipar, bukan institusi lembaga," tutur-nya.

    Menurutnya, Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP PT) PGRI Jember atau Yayasan sudah mengambil langkah tegas dan memproses sesuai dengan aturan pokok kepegawaian di kampus setempat.

    "Dalam aturan itu sudah jelas dan ada prosedur yang sudah dilakukan pihak yayasan, namun kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah hingga ada keputusan hukum," katanya.

    Baca juga:  UGM Bentuk Unit Layanan Terpadu Tangani Kasus Kekerasan Seksual

    Zaki menjelaskan, pihaknya akan membentuk Pusat Studi Gender (PSG) untuk melindungi sivitas akademika dari kasus serupa, sehingga diharapkan tidak ada lagi pelecehan seksual yang terjadi di Unipar Jember.

    Berdasarkan surat pengaduan yang dibuat oleh suami korban MH dan dikirim ke pihak yayasan menyebutkan bahwa pelecehan seksual tersebut dilakukan oleh RS pada saat diklat di Pasuruan pada 4-5 Juni 2021.

    Dalam surat itu, suami korban mendesak Yayasan PGRI Jember memproses kasus pelecehan seksual dan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu juga memberikan perlindungan kepada para dosen dan tenaga kependidikan perempuan yang sangat rentan menghadapi pelecehan seksual.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id