Unpad Siapkan Hibah World Class University

    Arga sumantri - 22 Juli 2021 10:03 WIB
    Unpad Siapkan Hibah <i>World Class University</i>
    Pemaparan tentang hibah world class university Unpad. Foto: Dok Humas Unpad.



    Bandung: Universitas Padjadjaran (Unpad) mendorong akselerasi internasionalisasi di tingkat fakultas, departemen, hingga program studi. Salah satunya, dengan memberikan insentif untuk mendukung implementasi program internasionalisasi di tingkat fakultas.

    Rektor Universitas Padjadjaran Rina Indiastuti menjelaskan, insentif berupa skema hibah World Class University (WCU) ditujukan bagi seluruh fakultas dan sekolah di lingkungan Unpad. Tujuannya, mengakselerasi capaian Unpad di tataran internasional, khususnya pada pemeringkatan QS World University Rankings dan Times Higher Education (THE) World University Rankings.

     



    "Kalau pemeringkatan di tingkat universitasnya naik, akan mengerek ikutannya terhadap program studi dan bidang ilmu," kata Rina mengutip siaran pers Unpad, Kamis, 22 Juli 2021.

    Melalui skema hibah ini, Rektor berharap upaya mengakselerasi Unpad di tingkat internasional dapat tercapai melalui sinergi antara dosen, pimpinan fakultas, hingga universitas. "Hibah ini akan digulirkan tentu dengan berbagai persyaratan," ujarnya.

    Baca: STIP Kemenhub Siapkan Kurikulum Kekinian untuk Cetak SDM Andal

    Direktur Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Unpad Rizky Abdullah menjelaskan, ada lima program utama mengenai penguatan internasionalisasi Unpad di tingkat fakultas yang akan didanai melalui skema hibah ini.

    Lima program tersebut yaitu peningkatan jumlah dosen dan mahasiswa asing, peningkatan reputasi akademik dan pengguna lulusan, pembukaan kelas internasional di tingkat Sarjana, pembukaan program Gelar Ganda (Double Degree) dan Gelar Bersama (Joint Degree), serta akreditasi internasional.

    "Beberapa program ini sebenarnya sudah ada pendanaannya dari kementerian. Akan tetapi, di kementerian itu kita harus bersaing dengan ribuan program studi lainnya,” kata Rizky.

    Ia mengatakan, dua program di antaranya menjadi wajib dan prioritas, yaitu peningkatan jumlah dosen dan mahasiswa asing serta program reputasi akademik dan pengguna lulusan. Fakultas diharapkan berkontribusi besar pada dua program ini.

    Baca: UNS Bakal Terapkan Kuliah Tatap Muka Bersyarat dan Bertahap

    Rizky menjelaskan, untuk program peningkatan dosen asing, setiap fakultas diharapkan mampu mengundang minimal 20 dosen asing ke Unpad. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa pengajaran, penelitian, pengujian dan/atau pembimbingan bersama, kelas daring dengan kredit SKS terukur, serial webinar, serta pelatihan keilmuan.

    Sementara, untuk program mahasiswa asing, setiap fakultas juga diminta untuk menghadirkan minimal 20 mahasiswa asing ke Unpad. Bentuk kegiatan bisa berupa pelaksanaan summer program, KKN internasional, pertukaran mahasiswa, beasiswa untuk mahasiswa asing, penguatan prodi untuk akreditasi internasional, optimalisasi hosptality untuk mahasiswa asing, program transfer kredit, hingga penguatan BIPA Unpad.

    Rizky menjelaskan, skema hibah World Class University ini merupakan upaya untuk memperkuat data-data internasionalisasi yang akan diajukan Unpad pada dua pemeringkatan tersebut. "Kita percaya performa internasionalisasi Unpad datanya tidak jelek, hanya kerap tercecer dan tidak terlaporkan," ujarnya.

    Skema ini diharapkan membuat Unpad lebih agresif untuk menyiapkan data-data terkait World Class University. "Kita belum benar-benar optimalkan program kita untuk internasionalisasi," ucap Rizky.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id