FSGI Bakal Laporkan Kasus Siswa di Nganjuk ke Itjen Kemendikbud

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 16 Juli 2020 19:28 WIB
    FSGI Bakal Laporkan Kasus Siswa di Nganjuk ke Itjen Kemendikbud
    Sekjen FSGI, Heru Purnomo. Foto: Medcom.id
    Jakarta:  Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) berencana melaporkan kasus siswa SMA Negeri 2 Nganjuk ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Inspektorat Jenderal Kemendikbud.  Siswa berinisial RVR itu terpaksa tinggal kelas, lantaran tak diberi kesempatan mengikuti PAT (Penilaian Akhir Tahun) susulan oleh gurunya.

    Sekjen FSGI, Heru Purnomo mengatakan, di situasi pandemi seperti ini dan pembelajaran digelar secara daring harusnya guru dan kepala sekolah berlaku adil dan objektif. Apalagi ketika siswa seperti RVR yang komputer jinjingnya rusak tersebut sempat meminta untuk mengikuti ujian susulan.

    “FSGI berharap ada jalan tengah yang tak merugikan siswa, sehingga RVR tetap bisa bersekolah lagi di sekolah tersebut. Bagi FSGI, siswa tidak boleh dirugikan dalam proses pembelajaran, apalagi selama PJJ berlangsung,” kata Heru dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Kamis, 16 Juli 2020.

    Baca juga:  Terkendala PJJ, Siswa SMA di Nganjuk Tak Naik Kelas

    Heru berharap, ada jalan tengah dalam penyelesaian kasus RVR.  Saat ini RVR terpaksa tidak sekolah dan membantu ibunya dengan menjadi pelayan di sebuah kafe di kabupaten Nganjuk.

    Heru juga menyampaikan, FSGI sudah melakukan upaya advokasi. Namun pihak sekolah tidak merespons. 

    FSGI pun telah menghubungi Kadis Dinas Pendidikan, Edy Sukarno untuk mendiskusikan mengenai kasus ini. Tapi, kata Heru, pihak Disdik belum memperoleh jawaban yang detail dari pihak sekolah.  “Khususnya Kepala Sekolah. Disdik akan menindaklanjuti laporan tersebut,” ujar Heru.

    Sebelumnya, seorang siswa SMA Negeri 2 Nganjuk, Jawa Timur, berinisial RVR dilaporkan tidak naik kelas lantaran tak bisa mengikuti ujian Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara daring. Ia tak bisa ikut ujian karena komputer jinjing milik siswa kelas X itu rusak.
     
    Laporan ini diterima Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dari orang tua RVR berinisial NS. Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim mengatakan, berdasarkan pengakuan orang tua, sekolah tidak memberikan kesempatan ujian susulan.
     
    "Alhasil, siswa malang tersebut memperoleh nilai 0 (kosong) untuk nilai PAT di lima mata pelajaran," kata Satriwan melalui keterangan tertulis, Kamis, 16 Juli 2020.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id