Mahasiswa Kembali ke Yogyakarta Diminta Bawa Surat Sehat

    Antara - 24 Juni 2020 18:09 WIB
    Mahasiswa Kembali ke Yogyakarta Diminta Bawa Surat Sehat
    Tugu Yogyakarta. Foto: ANT/Eka AR
    Yogyakarta:  Mahasiswa dari luar daerah yang akan kembali ke Yogyakarta atau mahasiswa baru yang akan menempuh pendidikan di kota tersebut diminta melengkapi diri dengan surat keterangan sehat dari daerah asal.  Bahkan jika memungkinkan dapat membawa hasil uji usap tenggorokan atau rapid test covid-19.

    “Mekanismenya, ada surat sehat dari daerah asal. Minimal surat-surat tersebut dipenuhi,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan covid-19 Yogyakarta, Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Rabu, 24 Juni 2020.

    Menurut dia, saat ini sudah ada sejumlah mahasiswa dari luar daerah yang kembali masuk ke Kota Yogyakarta. Mahasiswa tersebut kembali lebih awal ke Yogyakarta dengan berbagai tujuan, seperti menyelesaikan skripsi karena kegiatan bimbingan sudah dimulai.

    “Untuk mahasiswa luar daerah yang sudah datang pun diminta tetap melapor ke wilayah dan melakukan isolasi mandiri serta meminta surat keterangan sehat dari rumah sakit atau Puskesmas,” katanya.

    Baca juga:  Baru 60% Kampus Siap Gelar UTBK-SBMPTN

    Aturan bagi mahasiswa luar daerah yang kembali ke Yogyakarta, lanjut dia, diperlukan untuk mencegah potensi penularan virus corona, terlebih sebagian besar kasus positif covid-19 di Yogyakarta terjadi karena ada riwayat dari luar daerah.

    “Protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan supaya upaya pencegahan yang selama ini dilakukan tidak sia-sia, sehingga Yogyakarta bisa masuk masa normal baru dan nantinya normal,” ujar Heroe.

    Jika protokol kesehatan tersebut diabaikan, Heroe khawatir terjadi peningkatan jumlah kasus positif covid-19 di Yogyakarta, terlebih sudah banyak wisatawan dari luar daerah yang datang.

    Baca juga:  UTBK-SBMPTN Dua Gelombang, Ini Jadwal Lengkapnya

    Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Hari Wahyudi berharap awal jadwal perkuliahan secara tatap muka dari tiap universitas atau perguruan tinggi di Yogyakarta tidak dilaksanakan dalam waktu bersamaan.

    “Sehingga, kedatangan mahasiswa dari luar daerah bisa bertahap,” kata dia.

    Jumlah mahasiswa luar daerah di Kota Yogyakarta mencapai sekitar 200.000 orang.  Jumlah mahasiswa luar daerah tersebut hampir separuh dari jumlah warga Kota Yogyakarta.

    “Jika tidak diterapkan protokol kesehatan yang ketat, potensi penularan virus korona sangat tinggi. Jika diasumsikan satu mahasiswa menularkan ke dua orang, seluruh warga Kota Yogyakarta bisa tertular,” katanya.

    Selain itu, Hari berharap setiap perguruan tinggi juga membantu pemerintah untuk menyiapkan ruang isolasi mandiri jika memungkinkan.

    “Bukan karena takut, tetapi protokol ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan demi keamanan dan kenyamanan bersama,” katanya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id