Sekolah Didorong Punya Peta Siswa dan Orang Tua dengan Komorbid

    Citra Larasati - 08 Juni 2021 12:59 WIB
    Sekolah Didorong Punya Peta Siswa dan Orang Tua dengan Komorbid
    Ilustrasi. Foto: MI



    Jakarta:  Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas harus tetap diiringi dengan upaya-upaya pencegahan penyebaran kasus covid-19. Pelaksanaan PTM terbatas sebaiknya tetap memperhatikan riwayat kesehatan para peserta didik dan orang tua/anggota keluarga yang memiliki komorbid.

    Studi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang telah dirilis di berbagai jurnal ilmiah pada April lalu menemukan fakta bahwa 40 persen anak-anak yang terinfeksi covid-19 memiliki tingkat fatalitas/kematian yang tinggi. Mereka adalah anak-anak yang memiliki penyakit bawaan (komorbid).

     



    Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza mengatakan, sangat dianjurkan apabila sekolah-sekolah melakukan pemetaan untuk mengidentifikasi peserta didik serta orang tua/anggota keluarga yang memiliki penyakit bawaan ini. Mereka yang teridentifikasi sebaiknya tidak diwajibkan untuk mengikuti PTM.

    Di sisi lain, Kemendikbudristek dan Dinas Pendidikan terkait wajib memastikan bahwa sekolah-sekolah yang mengikuti PTM terbatas harus memiliki fasilitas dan sanitasi yang lengkap dan baik. Para guru dan staf yang ada juga sudah mendapatkan vaksinasi.

    Jika belum terpenuhi, sebaiknya PTM terbatas tidak dilakukan. Sekolah-sekolah yang melaksanakan PTM juga wajib menerima bimbingan dari Kemendikbudristek dan Dinas Pendidikan setempat terkait blended learning.

    “Wacana dibukanya sekolah dan penyelenggaraan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) kembali mengemuka karena proses vaksinasi untuk para guru sudah dimulai. Namun tidak hanya memprioritaskan vaksinasi, pemerintah perlu memperhatikan bagaimana sekolah dapat mengimplementasikan protokol kesehatan yang baik dan benar,” tegas Nadia, Selasa, 8 Juni 2021.

    Ia menambahkan, walaupun vaksinasi diprioritaskan untuk para guru, sektor pendidikan tidak boleh hanya berpuas diri dengan hal ini. Faktanya, apabila pembukaan sekolah akan dilakukan, peluang penularan Covid-19 tetap ada.

    Selain itu, distribusi vaksin juga belum merata karena Indonesia masih akan memprioritaskan daerah-daerah yang memiliki jumlah kasus covid-19 tertinggi. Hal ini berpotensi besar memiliki dampak pada proses vaksinasi guru dan peserta didik di berbagai daerah di Indonesia.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id