Kinerja Penelitian Unand Melesat Kalahkan UI dan ITB

    Antara - 20 November 2019 17:34 WIB
    Kinerja Penelitian Unand Melesat Kalahkan UI dan ITB
    Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta:  Universitas Andalas (Unand) melesat ke posisi empat mengalahkan Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang merosot untuk penilaian kinerja penelitian dalam tiga tahun terakhir versi Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset dan Inovasi
    Nasional.

    "Universitas Andalas loncat tinggi sekali. Ini surprise!," kata Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro saat mengumumkan hasil Evaluasi dan Klasterisasi Perguruan Tinggi Berbasis Kinerja
    Penelitian 2018 di Jakarta, Selasa, 19 November 2019.

    Pada evaluasi dan klasterisasi perguruan tinggi berbasis kinerja penelitian yang dikeluarkan per tiga tahunan, kali ini Unand yang pada 2016 ada di peringkat 12 kini berada di urutan empat. ITB yang tiga tahun lalu berada di urutan tiga kini turun ke urutan lima.

    Sedangkan UI yang merupakan almamater Menristek yang pada 2016 ada di peringkat dua kini justru turun ke urutan 12 menggantikan posisi Unand. Sejumlah catatan yang menggembirakan pada periode penilaian 2016-2018, menurut Bambang, jika biasanya didominasi perguruan tinggi negeri (PTN) di Pulau Jawa kini jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) yang masuk klaster mandiri meningkat.

    Selain itu, PTN luar Jawa yang masuk klaster mandiri pun naik. "Artinya pemerataan PTN/PTS dan perguruan tinggi di Jawa dan luar Jawa semakin baik dan harus semakin diperbaiki. Karena talent (bakat) dan obyek penelitian itu menyebar di seluruh Indonesia dan universitas harus bisa juga mengangkat talent-talent itu," kata Bambang.

    Mantan Kepala Bappenas ini mengatakan, pemeringkatan itu mungkin belum sempurna,
    tapi paling tidak universitas-universitas harus mulai berani membandingkan posisi mereka masing-masing. "Jangan hanya pikirkan yang terbaik di universitasnya sendiri, lihat juga perguruan tinggi lain. Pemeringkatan itu konsekuensi logis untuk penelitian secara umum," katanya.

    Selain sebagai peringkat universitas secara keseluruhan, kata Bambang, pemeringkatan ini akan mempermudah pemerintah untuk memberi penugasan penelitian nasional baik yang cocok untuk lima tahunan maupun tahunan.

    Sementara Itu, Deputi Pengembangan Riset dan Pengembangan Kemenristek/BRIN Muhammad Dimyati mengatakan, lompatan Unand memang luar biasa. Komponen-komponen yang menentukan yakni sumber daya peneliti, manajemen penelitian, luaran atau output, revenue generating dikelola dengan baik.

    Kemenristek/BRIN menghitung dari jumlah sumber daya peneliti seperti doktor, rektor atau guru besar yang semakin banyak, lalu luarannya juga semakin banyak. Akibatnya memang secara menyeluruh fasilitas penelitian di perguruan tinggi semakin baik, dan ini memicu juga kualitas
    lainnya, tidak hanya pada penelitian tetapi ke pendidikan hingga pengabdian masyarakat.

    Berdasarkan analisis Kemenristek terhadap data yang telah diverifikasi, terdapat 47 perguruan tinggi yang masuk dalam kelompok mandiri, 146 perguruan tinggi kelompok utama, 479 perguruan tinggi kelompok madya, dan sebanyak 1.308 perguruan tinggi kelompok binaan.    Jumlah kontributor sebanyak 1.977 perguruan tinggi, meningkat dari periode tahun
    2013-2015 yang hanya mencapai 1.447 perguruan.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id