Mohamad Nasir, Mantan Menristekdikti Jadi Stafsus Wapres

    Antara - 25 November 2019 17:45 WIB
    Mohamad Nasir, Mantan Menristekdikti Jadi Stafsus Wapres
    Mantan Menristekdikti, Mohamad Nasir. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
    Jakarta:  Mantan Menter Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir ditunjuk menjadi salah satu staf khusus Wakil Presiden, Ma'ruf Amin.  Kapasitas dan kapabilitas Nasir tak perlu diragukan sebagai pakar anggaran dan akuntan profesional.

    Nasir adalah guru besar bidang Behavioral Accounting dan Management Accounting, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.  Sosok kelahiran Ngawi, 27 Juni 1960 ini kini resmi menjadi staf khusus bidang reformasi birokrasi dan pendidikan yang diumumkan juru bicara Wapres Masduki Baidlowi kepada wartawan, di Jakarta, Senin, 25 November 2019.

    Ayah tiga anak ini sebelumnya terpilih sebagai Rektor Undip, tetapi kemudian ditunjuk menjadi Menristekdikti pada Kabinet Indonesia Kerja Presiden Joko Widodo.  Masa pendidikannya ditempuh di lingkungan pesantren, yakni Pondok Pesantren Mambaul Ilmi Asy-syar’y, Sarang, Rembang, Jawa Tengah.

    Kemudian, pendidikan menengah atas di SMAN 1 Kediri, namun tak membuatnya lepas dari pesantren sehingga sekaligus meneruskan mondok di Pondok Pesantren Al-Islah, Kediri.  Kuliah program sarjananya ditempuh di Undip, kemudian strata dua (S2) di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan S3 di Universiti Sains Malaysia.

    Sebagai akuntan, Nasir juga telah menjadi pemegang sertifikasi akuntan profesional Certificate
    Accountant (CA).  Semasa menjadi Menristekdikti, Nasir pernah mengeluarkan sejumlah kebijakan dan wacana yang dianggap kontroversial, seperti wacana mengenai penghapusan kewajiban skripsi sebagai syarat kelulusan S1 pada Mei 2015.

    Nasir juga menerapkan sistem uang kuliah tunggal (UKT) pada kepemimpinannya, serta tercatat pernah melakukan gebrakan memberantas perguruan tinggi swasta abal-abal.  Sebelumnya,
    Wapres Ma'ruf Amin telah menunjuk delapan orang stafsus yang akan membantunya selama menjalankan tugas selama lima tahun periode pemerintahan Kabinet Indonesia Maju.

    Delapan nama staf khusus wapres itu sudah mendapat surat keputusan presiden dan diumumkan juru bicara Wapres, Masduki Baidlowi kepada wartawan, di Jakarta, Senin.  "Beliau baru saja memanggil delapan staf khusus yang sudah mendapatkan surat keputusan dari Presiden," ucap Masduki.

    Masduki mengatakan delapan staf khusus dipilih Ma'ruf Amin sesuai kompetensi pada bidang masing-masing, sesuai nomenklatur yang ada.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id