ITB Berencana Gelar Kuliah Tatap Muka di Semester Baru

    Arga sumantri - 13 Mei 2021 08:09 WIB
    ITB Berencana Gelar Kuliah Tatap Muka di Semester Baru
    Kampus ITB. Dok Humas ITB.



    Bandung: Institut Teknologi Bandung (ITB) bakal mencoba menggelar Perkuliahan Tatap Muka (PTM) mulai semester baru, Juni-Juli mendatang. Namun, kuliah tatap muka tidak dilakukan secara penuh, tetap dikombinasikan dengan daring, atau sistem hybrid (campuran).

    "Untuk periode Juni-Juli nanti kita coba berikan kesempatan di kampus Ganesha untuk melakukan kegiatan luring terkendali apabila ada bagian-bagian yang harus ditaati kurikulum fakultas/sekolah," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Jaka Sembiring, mengutip laman ITB, Kamis, 13 Mei 2021.

     



    Direktur Pendidikan ITB Arief Hariyanto menjelaskan, perkuliahan hybrid ini akan diselenggarakan bagi mahasiswa program sarjana di Kampus ITB Ganesha dan dan ITB Jatinangor. Kegiatan di dalam kampus ini lebih diarahkan pada praktikum, studio, dan lapangan. 

    Baca: Perguruan Tinggi Diharapkan Segera Siapkan Program Akademik Halal

    Nantinya, ITB akan menerapkan block schedule. Artinya masing-masing fakultas/sekolah diberikan hak selama dua minggu melaksanakan kegiatan tatap muka. Hal ini dilakukan guna membatasi kapasitas keramaian yang melebihi batas penerapan protokol kesehatan.

    "Nanti total akan ada 2700 mahasiswa selama dua bulan tentunya tidak dalam satu waktu melainkan dengan jadwal masing-masing fakultas/sekolah yang sudah disepakati," jelas Arief.

    Ia mengatakan, total ada 40 mata kuliah dari seluruh fakultas dan sekolah yang akan diberikan akses kegiatan di dalam kampus. Untuk mata kuliah terkait urgensinya dengan pertemuan tatap muka, fakultas/sekolah terkait yang akan menentukan penetapannya setelah libur idulfitri nanti.

    Selain konten perkuliahan kurikulum, ITB juga akan menyiapkan materi dan edukasi hidup sehat dan aman di kos/kontrakan. Namun, apabila dinilai risiko yang terlalu besar untuk tinggal di luar yang minim akan pengetatan protokol kesehatan yang ada, ITB siap memfasilitasi asrama yang memenuhi kriteria protokol kesehatan yang ketat.

    Baca: 2022, Startup Digital Bakal Jadi Mata Kuliah Wajib

    Sementara itu, fakultas dan sekolah juga diarahkan mampu menyusun protokol pelaksanaan yang terdiri dari pembagian waktu kerja/jadwal, alur mobilitas mahasiswa di dalam gedung. Selain itu, pengawasan protokol kesehatan oleh mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan.

    Menurut dia, pelaksanaan perencanaan di atas harus memenuhi kriteria kondisi pandemi di Kota Bandung dan Indonesia yang relatif aman. Kemudian indikator ketercapaian pembelajaran mahasiswa dalam mata kuliah wajib dan/atau pilihan. 

    Di samping itu, jumlah dan kondisi mahasiswa, fasilitas, dan dosen harus juga diperhatikan. Oleh karena itu, pelaksanaan perkuliahan era baru ini perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak supaya bisa saling bekerja sama.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id