Epidemiolog UI: Indonesia Siaga 'Tsunami' Covid-19 Usai Lebaran

    Antara - 11 Mei 2021 20:27 WIB
    Epidemiolog UI: Indonesia Siaga 'Tsunami' Covid-19 Usai Lebaran
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta: Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono memprediksi ada lonjakan kasua covid-19 usai Lebaran. Pemerintah pun diimbau siap siaga untuk mengantisipasi ancaman 'tsunami' covid-19.

    "Iya harus sudah diantisipasi bahwa akan terjadi lonjakan yang cukup besar, jadi tinggal siap-siap saja, rumah sakit disiapkan, tempat-tempat pemakaman disiapkan," kata Pandu saat dihubungi, Selasa, 11 Mei 2021.

     



    Pandu menuturkan meskipun mudik dilarang, namun ternyata warga tidak bisa dilarang mudik. Buktinya, masih ada yang bisa lolos mudik.

    Ia menekankan, semua pihak, termasuk masyarakat, harus bekerja sama dalam pengendalian covid-19 dengan tidak melakukan mobilitas tinggi, tidak mudik, dan tidak berkerumun. Masyarakat juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan semakin disiplin.

    Baca: Pakar Virus UNS Paparkan Pandemi Covid-19 dari Perspektif Islam

    Pandu menuturkan lonjakan kasus covid-19 yang terjadi di sejumlah provinsi bukan lagi sekadar alarm. Tapi, harus bersiap untuk kemungkinan kondisi yang lebih buruk ke depannya akibat peningkatan kasus covid-19.

    Menurut dia, Indonesia hanya tinggal menunggu giliran akan mengalami tsunami covid-19. Beberapa negara di dunia sudah mengalami lonjakan kasus signifikan.

    "Ini bukan alarm, kita harus siap siaga semua negara sudah mengalami lonjakan kok. Malaysia sudah, Thailand sudah, kan tinggal sebentar lagi Indonesia, kan tinggal nunggu giliran dari India terus negara tetangganya Nepal, Bangladesh, Malaysia, Thailand, nah Indonesia ini sebentar lagi habis lebaran ya kita siap-siap," ujarnya.

    Baca: LPDP-Kemendikbudristek Siapkan Beasiswa untuk Vokasi, Ini Rinciannya

    Pandu mengatakan kesiapsiagaan itu berupa penanganan covid-19 terutama dari segi medis dan 3T (testing, tracing, treatment). Rumah sakit, alat-alat kesehatan, tempat tidur, tabung oksigen dan sebagainya. ini harus benar-benar disiapkan agar tidak terjadi kekurangan saat lonjakan kasus terjadi.

    Ia mengungkapkan, ancaman yang terjadi adalah lonjakan kasus secara bersamaan yang ketika itu terjadi, maka fasilitas kesehatan di daerah-daerah tidak akan mencukupi. Oleh karena itu, yang harus dilakukan pemerintah Indonesia adalah mengantisipasi penanganan covid-19 dari segi kesiapan medisnya.

    "Persiapan semuanya, kalau perlu oksigen juga dipersiapkan, jangan sampai kekurangan oksigen, orang kan butuh nafas, kalau sudah kena covid-19 berat itu sesak nafas," ujarnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id