comscore

Bersama LPDP, ITS Siap Menjadi Pionir dalam Riset dan Inovasi

Renatha Swasty - 31 Maret 2022 16:54 WIB
Bersama LPDP, ITS Siap Menjadi Pionir dalam Riset dan Inovasi
Kampus ITS. DOK ITS
Jakarta: Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) menggelar kunjungan virtual dan talkshow ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Acara itu termasuk dalam rangkaian Program Persiapan Keberangkatan Angkatan 184 Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).

Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS Agus Muhamad Hatta mengatakan pihaknya saat ini sedang berjuang menjadi institusi yang giat akan riset dan inovasi. Hal itu untuk menyiapkan tantangan ke depan.
“Pada 2035 nanti, ITS akan bekerja keras menciptakan institusi yang bersifat kewirausahaan. Tentu ini merupakan tantangan besar bagi kami ke depannya,” kata Hatta dalam keterangan tertulis.

Hatta mengatakan saat ini ITS memiliki empat klaster sains teknologi. Yakni pusat desain kreatif yang menciptakan produk ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi tinggi, pusat otomotif yang membentuk transportasi hemat energi, pusat maritim yang menunjang pengembangan teknologi maritim Indonesia, serta pusat information and communication technology (ICT) dan robotika yang menciptakan robot otonom maupun fasilitas lainnya yang berbentuk sederhana dan efisien.

Alumnus doktoral Technological University Dublin, Irlandia, itu menjelaskan Science Techno Park (STP) ITS merupakan kawasan khusus yang diorganisasikan profesional dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan komunitas sekitar. STP juga mendorong perekonomian berkelanjutan melalui penerapan ilmu dan teknologi.

Dosen Departemen Teknik Fisika ITS tersebut membeberkan ITS sudah banyak berkontribusi kepada beberapa perusahaan maupun negara di berbagai bidang keilmuan. Mulai sepeda motor listrik GESITS, pembangunan eksterior dan interior car body Light Rail Transit (LRT), perahu otonom, dan berbagai karya inovatif lainnya.

“Kami juga berperan besar saat pandemi covid-19, ITS bersama Universitas Airlangga (Unair) berhasil menciptakan robot medical assistant RAISA,” beber dia.

Hatta menyebut saat ini STP sedang berupaya keras mendidik mahasiswa maupun tenaga kependidikan (tendik) untuk menjadi seorang inovator. Hatta mengatakan mendidik seorang inovator dibutuhkan beberapa fasilitas dan lingkungan yang mendukung, seperti kerja sama tim, pemecahan masalah interdisiplin, dan motivasi kuat.

Dia juga berpendapat mindset inovator harus dikembangkan diri sendiri. Mahasiswa atau tendik harus bisa memiliki rasa keingintahuan tinggi, mudah diajak berkolaborasi, dan beberapa cara lainnya.

“Kreativitas juga merupakan indikator penting dari seorang inovator. Kemampuannya dalam berpikir out of the box merupakan keunikan tersendiri,” kata dia.

Hatta berharap mahasiswa, tendik, maupun pihak lainnya dapat berkolaborasi bersama dengan baik. Kolaborasi adalah kunci dari inovator.

"Kolaborasi diawali dengan mau mendengarkan dan belajar dari perspektif berbeda yang dimiliki oleh orang lain,” kata Hatta.

Baca: Kerja Sama ITS dengan Kampus di Australia Berkembang Pesat
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id