comscore

Pustawakan UI Didorong Bangun Profesionalisme Melalui Sertifikasi Kompetensi

Renatha Swasty - 19 April 2022 18:56 WIB
Pustawakan UI Didorong Bangun Profesionalisme Melalui Sertifikasi Kompetensi
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI Abdul Haris. DOK UI
Jakarta: Universitas Indonesia (UI) terus mendorong peningkatan kualitas Perpustakaan UI. Salah satunya melalui peningkatan profesionalisme pustakawan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI Abdul Haris mengatakan pustakawan sebagai pendukung penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi memiliki peran strategis memastikan eksistensi lembaga di tingkat internasional. Pustakawan harus memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas layanan.
Pustakawan juga mesti meningkatkan profesionalitas. Yakni menyangkut sikap, mental, dan komitmen pustakawan agar memiliki kompetensi yang sesuai perkembangan zaman.

“UI berkomitmen mendukung kegiatan pengembangan Perpustakaan UI dengan harapan memberikan dampak positif bagi UI sebagai universitas yang berkelas internasional,” kata Haris dalam sambutannya di webinar dengan tema “Menuju Profesionalitas Pengelola Perpustakaan Perguruan Tinggi Bereputasi Internasional” dalam keterangan tertulis, Selasa, 19 April 2022.

Dia menuturkan, sebagai profesional, pustakawan harus memiliki integritas, disiplin, menjamin akuntabilitas, dan patuh terhadap kode etik. Profesionalisme pustakawan juga ditunjukkan melalui kompetensi, komitmen, serta dedikasi terhadap pekerjaannya.

Haris menuturkan untuk bersaing secara global, pustakawan dituntut memiliki profesionalitas bertaraf internasional. Hal itu terdiri atas kompetensi keilmuan sesuai bidang, kompetensi manajerial, dan kepemimpinan, baik organisasi maupun pengembangan diri, serta kompetensi keberagaman dan kemasyarakatan dalam isu-isu global.

Hal lain yang perlu diperhatikan pustakawan di perguruan tinggi ialah tempat kerja mereka merupakan lingkungan akademik. Perguruan tinggi merupakan pusat peradaban masyarakat modern dan kelompok intelektual.

Sehingga, pustakawan dituntut memiliki intelektualitas tinggi, kemampuan beradaptasi yang cepat, kreativitas tinggi, kemampuan kepemimpinan, serta inovasi.

“Kita bekerja di lingkungan akademik yang memiliki ciri khas atau penanda. Hal itu menjadi acuan dalam mengembangkan kompetensi, menyediakan layanan, dan menyelenggarakan atau mengelola perpustakaan,” kata Koordinator Layanan Perpustakaan UI Kalarensi Naibaho.

Pustakawan dapat melakukan sertifikasi untuk memaksimalkan kompetensi. Sertifikasi kompetensi merupakan produk hukum yang melegitimasi capaian kemampuan seseorang pada bidang tertentu yang ditetapkan otoritas berwenang dan berbasis pada standar kompetensi.

Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Kunjung Masehat, mengungkap tiga aspek utama untuk mengetahui kompetensi seseorang. Yaitu skill (kemampuan), knowledge (pengetahuan), dan attitude (sikap).

Dia mengungkapkan skema sertifikasi bagi pustakawan meliputi pengatalogan bahan perpustakaan, pelestarian bahan perpustakaan, dan pengembangan koleksi perpusakaan.
Sertifikasi kompetensi penting sebagai upaya pengembangan kompetensi berkelanjutan.

Sertifikasi diperlukan untuk menjembatani missing link antara kebutuhan industri dan pendidikan formal maupun informal. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-undang Perpustakaan Pasal 34 dan 35, menyebut pustakawan harus memiliki kompetensi profesional dan personal serta sertifikat kompetensi.

Proses sertifikasi kompetensi bagi pustakawan meliputi beberapa tahap. Pertama, pustakawan mengajukan permohonan asesmen pada periode sertifikasi yang ditetapkan.

Data permohonan tersebut diverifikasi dan jika dinyatakan lengkap, pustakawan diarahkan ke proses konsultasi pra-asesmen. Pustakawan yang memenuhi standar berhak mengikuti pelaksanaan asesmen dan penerbitan sertifikat.

Sementara itu, bagi pustakawan yang gagal bisa melakukan banding asesmen. Asesmen tersebut meliputi empat metode, yaitu tes tertulis, wawancara, observasi, dan portofolio. Asesor akan memilih metode yang tepat untuk setiap peserta sertifikasi kompetensi.

Perpustakaan Universitas Indonesia merupakan salah satu unit pendukung utama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Perpustakaan di UI terintegrasi dalam satu wadah “The Crystal of Knowledge” pada 2012 dan terus berkomitmen menyediakan informasi dan referensi bagi sivitas akademika sebagai upaya membentuk sumber daya manusia (SDM) berkualitas agar mampu bersaing di kancah internasional.

Perpustakaan UI terus ditingkatkan kualitasnya, baik pada sumber informasi yang dibagi maupun pustakawan yang memfasilitasi pengunjung.

Baca: Transformasi Digital Perpustakaan Merupakan Keniscayaan
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id