Hadapi Bonus Demografi Indonesia Butuh Siapkan Banyak Pemimpin

    Antara - 19 Agustus 2020 22:50 WIB
    Hadapi Bonus Demografi Indonesia Butuh Siapkan Banyak Pemimpin
    Webinar sebagai salah satu rangkaian Lead The Fest 2020



    Jakarta:  Indonesia akan menghadapi bonus demografi di 2045.  Di masa itu, Indonesia tidak hanya membutuhkan banyak anak muda yang produktif, kreatif, namun juga memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi.

    Chief Executive Officer PemimpinID, Dharmaji Suradhika mengatakan, potensi penduduk usia muda yang berlimpah itu harus mulai diimbangi dengan upaya mencetak lebih banyak pemimpin di berbagai bidang.

     



    "Negara ini kekurangan banyak sekali pemimpin, dan diperlukan upaya dari berbagai pemangku kepentingan untuk bersama menciptakan pemimpin Indonesia yang siap membawa negara ini menjadi negara maju pada tahun 2045 kelak," kata Dharmaji, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2020.

    PemimpinID merupakan organisasi nonprofit yang berfokus pada pendidikan, penelitian, dan pembentukan ekosistem kepemimpinan.  Kepedulian akan pentingnya mencetak SDM pemimpin muda inilah yang membuat PemimpinID menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Lead The Fest yang rangkaiannya sudah dimulai sejak Juli lalu.

    Baca juga:  Wapres Dorong Riset dan Inovasi Dikenalkan Sejak Dini

    Kegiatan ini diawali dengan penerjemahan 1.000 ringkasan buku kepemimpinan berbahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia.  Kegiatan itu dilakukan oleh 1.000 relawan yang tersebar di berbagai provinsi tanpa dibayar sepeserpun.

    Hasil terjemahan yang berbentuk materi digital itu kemudian akan didistribusikan kepada kontributor daerah, perpustakaan, dan rumah baca di seluruh Tanah Air.  Lalu akan diteruskan melalui gerakan sosial berkesinambungan bernama www.wikilead.com.

    Chief Marketing Officer Pemimpin.id yang juga Ketua Pelaksana Lead The Fest 2020, Aditya Rian, menjelaskan kegiatan berbau literasi sengaja dipilih, karena pihaknya meyakini bahwa literasi para pemimpin merupakan salah satu syarat utama kualitas kepemimpinan yang baik.

    "Peradaban dan kemajuan selalu dimulai dari literasi. Ini saatnya kita menyadari betapa pentingnya kemampuan literasi untuk kemajuan bangsa. Ayo bersama, bangkitkan literasi dan kepemimpinan Indonesia melalui pengetahuan dan aksi nyata bersama," tambahnya.

    Kegiatan tersebut masih berlanjut pada Agustus dengan menyelenggarakan 22 webinar selama tujuh hari nonsetop, mengundang narasumber dari sejumlah tokoh bangsa untuk membahas berbagai masalah literasi dan kepemimpinan.

    Festival itu dibuka oleh Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman yang membahas visi SDM Unggul Indonesia Maju dengan berbagai topik, antara lain seperti literasi pada figur publik bersama Chelsea Islan, Aulion dan Willy Winarko (The Rap Up Indonesia).  Lalu kepemimpinan di sektor privat bersama Batara Sianturi dan Nanang Chalid, kepemimpinan di sektor publik bersama Kuntoro Mangkusubroto dan Yanuar Nugroho, dan literasi para tokoh bangsa bersama Yenny Wahid. 

    Sejumlah tokoh pun memberikan pandangannya soal kepemimpinan di Indonesia.  Pengusaha, Sandiaga Uno mengatakan, jika memilih pemimpin maka pilihlah pemimpin yang mendisrupsi bukan yang terdisrupsi.

    Kemudian Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menambahkan, bahwa seorang pemimpin adalah sosok yang dapat memberikan keteladanan bagi yang dipimpinnya.  "Berikan keteladanan, bagaimana kita menghargai orang hingga gestur kita. Karena Indonesia akan jadi luar biasa kalau dipimpin oleh orang-orang luar biasa," kata Ridwan.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id