Sepi Pentas, Seniman Nyambi 'Nguli' Hingga Turun ke Sawah

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 07 April 2020 19:58 WIB
    Sepi Pentas, Seniman <i>Nyambi</i> 'Nguli' Hingga Turun ke Sawah
    salah satu seniman ludruk yang sedang bersiap sebelum pentas. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta: Imbas pandemi virus Korona membuat pelaku seni dan budaya terpaksa berhenti "meladang".  Nyaris tak ada panggilang pentas, yang sudah terjadwalkan pun terkena imbas, dibatalkan.

    Seperti yang dialami Komunitas Seni Mahesa Sura dari Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.  Komunitas yang bergerak di kesenian Bantengan serta Wayang Beber ini terpaksa gigit jari, semua jadwal pentasnya dibatalkan.

    Wah berhenti total untuk Bantengan tanggal 22 Maret kemarin tidak jadi tampil juga untuk pemecahan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) yang rencananya menampilkan 2.000 banteng juga gagal, teman-teman wayang kulit juga tidak bisa tampil, padahal jadwal sudah ada. Jadi nganggur semua,” ungkap anggota Komunitas Mahesa Sura, Arif Setiawan kepada Medcom.id, Jakarta, Selasa, 7 April 2020.

    Hal ini tentu berdampak bagi anggota yang bergantung dari tanggapan alias panggilan pentas untuk hidup. Terutama lanjut Arif, yang sudah sepuh dan tidak bisa bekerja di bidang lainnya.

    Sementara yang muda akhirnya kerja seadanya. Ada yang ke sawah, kerja di bengkel sampai jadi kuli bangunan.

    Sementara kalau Arif sendiri masih bisa mencukupi kehidupannya, karena ia juga seorang guru di salah satu SMA negeri Pacet. “Panjak-panjak (penabuh gamelan) yang biasa mengiringi kita ya kerja kuli bangunan, ada yang ke bengkel. Jadi yang sepuh ini nasibnya nggak tahu yang berhenti itu,” tuturnya.

    Baca juga:  Optimalkan Panggung Daring, Pastikan Seniman Tetap 'Mentas'

    Arif mengatakan, di bulan-bulan ini biasa banyak tanggapan atau job untuk pentas acara Ruwahan (selamatan desa) “ Untuk ruwahan biasanya kan banyak, wayangan biasanya banyak sudah ada satu minggu sekali, satu minggu dua kali ada, sekarang jadi gagal total. Terakhir mau main enggak jadi diberhentikan. Sore kita main agak malam sudah enggak jadi main,” ungkapnya.

    Sepi Pentas, Seniman <i>Nyambi</i> 'Nguli' Hingga Turun ke Sawah
    Pentas ludruk. Foto:  Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

    Sementara terkait bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui skema Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Prakerja, Arif menyampaikan itu akan komunitasnya prioritaskan bagi panjak yang sudah sepuh. Sebab mereka ada yang sudah sangat kepayahan, karena tidak punya penghasilan sama sekali.

    “Itu lebih diperuntukan seniman sepuh mungkin diberikan ke situ Panjak yang sepuh-sepuh itu mau kerja kan sudah enggak bisa, kalau kita yang muda tetap kuat. Kami sudah menginformasikan yang sepuh, kalau ada yang mau daftar kita bantu,” terangnya.

    Baca juga:  Pendaftaran Bantuan Seniman Terdampak Korona Ditutup Sementara

    Sebelumnya diberitakan, Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan, pemerintah akan membantu pekerja seni yang paling terdampak status ekonominya akibat virus korona (covid-19), salah satunya melalui skema Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Prakerja.

    "Kita upayakan agar bisa masuk ke dalam, diintegrasikan ke program PKH yang ada di Kementerian Sosial," kata Hilmar dalam diskusi via video konferensi yang diadakan Koalisi Seni di Jakarta, Senin, 6 April 2020.

    Hilmar mengatakan, beberapa syarat yang harus dipenuhi agar dapat menjadi prioritas program tersebut, yaitu sudah berkeluarga, memiliki penghasilan di bawah Rp10 juta, tidak memiliki pekerjaan lain selain bidang seni dan belum mendapatkan PKH sebelumnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id