Penulis Lirik Mars 'Genderang UI' Tutup Usia

    Citra Larasati - 22 September 2020 22:34 WIB
    Penulis Lirik Mars 'Genderang UI' Tutup Usia
    Ungkapan duka cita dari segenap sivitas akademika UI atas berpulangnya Husseyn Umar. Foto: Dok UI
    Jakarta:  M. Husseyn Umar, SH, FCBArb, FCIArb., penulis syair lagu “Genderang UI”, telah berpulang di usia 89 tahun pada Senin, 21 September 2020, di Jakarta.  Alumnus Fakultas Hukum UI ini lahir pada 21 Januari 1931.
     
    Mahasiswa maupun alumni UI tentu mengetahui dan pernah menyanyikan lagu Genderang UI, mars UI yang selalu dikumandangkan dan diperdengarkan dalam upacara penyambutan mahasiswa baru dan pelepasan wisudawan UI di Gedung Balairung UI, Kampus Depok.

    "Segenap pimpinan Universitas Indonesia (UI), sivitas akademika, serta warga UI mengucapkan turut berduka cita atas kepergian M. Husseyn Umar. Ia merupakan advokat senior, penulis, dan penyair," kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UI), AG Sudibyo, dalam keterangannya, Selasa, 22 September 2020.
     
    Dalam sebuah kesempatan, Husseyn Umar bercerita tentang minatnya pada sastra dan menulis, yang timbul sejak duduk di bangku sekolah di Pangkal Pinang, Bangka. Husseyn terpesona pada puisi-puisi penyair Belanda angkatan 1880 atau yang populer di dunia sastra sebagai De Tachtiger.

    Ia mengaku sangat beruntung karena di masanya dulu, sistem pengajaran mulai dari SD mewajibkan siswa banyak membaca dan menceritakannya kembali dalam bentuk tulisan.
    Kecintaannya akan menulis terus berlanjut hingga ke perguruan tinggi.

    Baca juga:  Dosen UI Kritisi Materi 'Sexual Consent' dalam Materi PKKMB

    Saat di bangku kuliah ia semakin gencar menulis. Artikel dan tulisannya muncul di berbagai koran kampus, seperti Koran Mahasiswa terbitan UI.

    Husseyn juga aktif di organisasi Ikatan Wartawan Mahasiswa dan Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia. Setelah terjun ke masyarakat, Husseyn Umar tidak berhenti menulis. Ia tetap melanjutkan menulis, untuk menuangkan pemikirannya akan dunia peradilan dan hukum di Indonesia melalui buku-bukunya, dalam bentuk puisi maupun prosa.

    Dibyo menyampaikan rasa bela sungkawa atas kepergian Husseyn Umar.  Dibyo “Setiap pertama kali Saya mengajarkan lagu ini kepada mahasiswa baru, Saya selalu mengatakan kepada mereka bahwa lagu ini merupakan jiwa setiap anak UI. Lagu ini akan selalu relevan dengan perkembangan zaman," ungkap Dibyo.

    Selama 37 tahun berturut-turut ia mengajarkan lagu ini kepada mahasiswa baru UI sejak 1983, tapi rasanya, kata Dibyo, makna lagu ini tidak ada yang berubah sampai sekarang.

    "Selamat jalan Pak Husseyn Umar lagu ciptaanmu ini akan selalu bergema di kampus UI dan akan selalu menjadi inspirasi bagi setiap mahasiswa UI,” tuturnya.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id