Pakar: Kedisiplinan Masyarakat Kunci Berdamai dengan Covid-19

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 16 Mei 2020 12:00 WIB
    Pakar: Kedisiplinan Masyarakat Kunci Berdamai dengan Covid-19
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (Undand), Defriman Djafri mengingatkan pentingnya kepedulian dan kedisiplinan masyarakat dalam berdamai dengan covid-19. Ketidakdisiplinan masyarakat dengan protokol, dikhawatirkan akan menambah risiko penyebaran covid-19 saat hal tersebut jadi diterapkan.

    “Fondasi dasar tatanan masyarakat harus terbentuk dulu, kalau belum itu akan sulit, karakter masyarakat kita tidak disiplin, tidak sadar risiko covid-19,” kata Defriman dalam Webinar Nasional Universitas Andalas ‘Riset, Inovasi, Aplikasi untuk Menanggulangi Wabah dan Dampak Covid-19’, Jumat, 15 Mei 2020.

    Untuk itu, ia berharap ada intervensi dari pemerintah agar masyarakat ini lebih peduli dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, juga harus dibarengi dengan keterlibatan teknologi yang memudahkan masyarakat untuk beraktivitas.

    Baca juga:  Kemenristek Susun Protokol Hidup Berdamai dengan Covid-19

    Ia mencontohkan, misalnya agar orang bisa kembali salat berjamaah ke masjid, diperlukan teknologi untuk mendeteksi lingkungan sekitar masjid benar-benar aman. Dengan begitu, kata Defriman, akan memudahkan masyarakat juga pekerja seperti driver ojek online.

    “Itu bisa mendeteksi mana masjid di daerah itu yang terdapat orang terinfeksi. Dengan IT bisa membuat orang melihat mana yang aman,” ujarnya.

    Selain itu, penting juga memastikan kebijakan dari pusat dan daerah tidak berubah-ubah. Karena itu justru akan memperparah keadaan.

    Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro yang juga hadir dalam Webinar tersebut menyampaikan, pihaknya dengan Konsorsium Covid-19 sedang menyusun protokol hidup bersama covid-19.

    Ini juga merespons pernyataan presiden Joko Widodo.  Selain itu juga Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ada kemungkinan covid-19 ini tidak akan hilang, meski sudah ditemukan vaksin.

    “Kami sedang merumuskan protokol covid-19 seperti apa, kalau kita memutuskan untuk hidup dengan covid-19, karena ini mungkin kondisi yang harus kita hadapi,” kata Bambang.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id