Kementerian BUMN Godok Program Baru Permagangan

    Ilham Pratama Putra - 12 Februari 2020 16:24 WIB
    Kementerian BUMN Godok Program Baru Permagangan
    Menteri BUMN, Erick Thohir. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
    Jakarta:  Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menggodok program baru terkait permagangan.  Kementerian yang dipimpin Erick Thohir ini berharap program baru tersebut akan membuka kesempatan lebih besar lagi kepada mahasiswa untuk melakukan magang di BUMN.

    Mahasiswa dari perguruan tinggi 'kecil' mengaku khawatir akan kesulitan dalam mendapatkan tempat magang dalam menindaklanjuti kebijakan Kampus Merdeka.  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun mengaku tak menjamin kemudahan khusus bagi mahasiswa dari kampus kecil maupun besar untuk mendapatkan kesempatan magang.

    "Itu mah tergantung. Tergantung pada mahasiswa sendiri. Makanya tadi jumlah BUMN untuk menyerap kan enggak mungkin, ya kita enggak usah ngebohongin diri sendiri," kata Menteri BUMN, Erick Thohir di Menara Mandiri, Rabu, 12 Februari 2020.

    Meski begitu, Erick mengungkapkan, pihaknya kini tengah merancang program terbaru.  Agar pihak BUMN bisa lebih membuka diri kepada mahasiswa yang akan magang dari kampus.

    "Karena itu kita akan coba bikin program-program yang add value. Yang membuka lapangan kerja tambahan kepada partner-partner bisnisnya (termasuk kampus)," ungkap dia.

    Sebelumnya, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) mengeluhkan, bahwa menjalin kerja sama dengan perusahaan susahnya bukan main. Terlebih kampus-kampus "kecil" akan merasakan kesulitan luar biasa jika dipaksa mengikat perusahaan-perusahaan untuk menampung mahasiswanya magang.
     
    Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Budi Djatmiko mengatakan, hal ini kian mustahil. Tak semua perusahaan, terlebih perusahaan besar dan BUMN mau menerima mahasiswa magang walaupun telah bersepakat untuk kerja sama.

    Sebelumnya, Plt. Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam, mengatakan, mahasiswa dari kampus 'kecil' agar jangan takut tak mendapatkan tempat magang.  Sebab kampus kecil bisa melakukan kolaborasi dengan kampus besar.

    "Ini yang kita dorong, kampus kecil dan besar berkolaborasi.  Antara lain misalnya, kesempatan untuk satu semester mengambil kuliah di perguruan tinggi tersebut," kata Nizam di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis 6 Februari 2020.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id