comscore

Kemendikbudristek Rancang 3 Model Revitalisasi Bahasa Daerah

Ilham Pratama Putra - 22 Februari 2022 12:00 WIB
Kemendikbudristek Rancang 3 Model Revitalisasi Bahasa Daerah
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) merancang tiga model revitalisasi bahasa daerah. Model pelindungan terhadap bahasa daerah ditentukan berdasarkan tingkat keterancaman kepunahan bahasa tersebut.

"Kita merancang model revitalisasi yang tidak seragam. Artinya, tergantung kepada bahasanya sendiri, di sini ada spektrum dari model A sampai C," ujar Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam Peluncuran Merdeka Belajar eps 17: Revitalisasi Bahasa Daerah, Selasa, 22 Februari 2022.
Model A diterapkan kepada bahasa daerah yang dinilai masih aman. Jumlah penutur di masyarakat masih terbilang masih banyak.

"Pendekatan model A kami lebih ke pembelajaran yang di sekolah, pembelajran integratif, dan adaptif melalui materi muatan lokal maupun ekskul," papar Nadiem.

Model B digolongkan untuk bahasa daerah yang terbilang rentan punah. Jumlah penutur dalam model ini relatif lebih sedikit ketimbang model A.

"Karenanya, pembelajarannya bukan hanya di sekolah, tapi pewarisan dalam wilayah tutur bahasa itu bisa dilakukan dalam komunitas-komunitas daerah," tutur dia.

Sementara itu, model C, digolongkan pada daerah dengan tingkat risiko punah tinggi. Pendekatan pelestarian bahasa tak cukup di sekolah dan komunitas masyarakat.

"Ditambah dengan menunjuk dua atau lebih keluarga sebagai model belajar. Jadi, kita lebih kreatif mencari tempat, lokasi kegiatan masyarakat, tempat ibadah, kantor desa untuk kita agresif dalam menjaga pelestarian bahasa tersebut," tutur Nadiem.

Baca: Nadiem: Bahasa Daerah Punah, Indonesia Kehilangan Identitas
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id