Penerima Gadai KJP di Kalideres Bantah Sebagai Rentenir

    Antara - 16 Juli 2020 11:35 WIB
    Penerima Gadai KJP di Kalideres Bantah Sebagai Rentenir
    Pedagang penerima gadai KJP di Kalideres. Foto: Antara/Devi Nindy
    Jakarta: Pedagang peralatan sekolah di Kalideres, Jakarta Barat, Tanti Andriani (sebelumnya ditulis Santi Adriani), mengakui memberikan pinjaman uang dengan jaminan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Ia melakukan itu atas dasar iba.

    "Saya orangnya suka iba, saya tadinya juga berawal dari orang susah, jadi kalau ada yang minta bantu ya adalah rasa iba," kata Tanti melansir Antara, Kamis, 16 Juli 2020.

    Tani mengatakan, di masa pandemi virus korona (covid-19) banyak orang tua murid yang kesulitan hingga nekat meminjam uang untuk membeli beragam kebutuhan. Jaminan KJP tersebut, kata dia, atas kesepakatan dengan para orang tua.

    Menurut Tanti, beberapa orang tua bahkan hendak menggadaikan ponsel hingga STNK motor kepadanya. Namun, ia enggan menerima lantaran menilai hal itu justru akan semakin menyusahkan orang tua murid.

    "Jadi saya lebih ke unsur kasihan ya, apalagi sekarang kalau enggak ada jaminan kan susah juga kita minjamin soalnya enggak tahu mereka tinggal dimana," ujar pedagang yang menyimpan 219 KJP itu.

    Baca: Penerima Gadai KJP di Kalideres Diduga Rentenir

    Hingga saat ini, Tanti mengatakan masih banyak orang tua murid datang kepadanya untuk meminjam uang atau meminta keringanan membeli seragam sekolah. Ia pun membantah tudingan sebagai rentenir.

    "Kalau saya rentenir, mending saya jual duit di jalan-jalan, demi Allah saya bukan rentenir," kata Tanti.

    Tanti bercerita, pada 4 Mei 2020 dirinya dituduh sebagai rentenir oleh orang tak dikenal yang mengaku polisi dan wartawan. Setelah didatangi pelaku, Tanti dibawa berkeliling menggunakan mobil dan diancam akan dibawa ke Polda Metro Jaya. 

    Selama di dalam mobil, Tanti dimintai uang Rp50 juta yang disebut sebagai jaminan agar tak dipenjara. Kemudian, Tanti akhirnya menyerahkan uang Rp6 juta kepada pelaku setelah terjadi kesepakatan. Sepuluh hari kemudian, dia melaporkan kasus yang dialaminya ke Polsek Kalideres Jakarta Barat.

    "Malam itu istri saya dibawa, kata pelaku dibawa ke Polda, saya cari ke Polda, Polres sampai Polsek tapi enggak ada. Ternyata emang dia enggak dibawa ke Polda, tapi muter-muter di Grogol, orang dia (pelaku) penipu," ujar suami Tanti, Usman.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id