Pemerintah: Sekolah di Zona Kuning Segera Dibuka

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 27 Juli 2020 19:29 WIB
    Pemerintah: Sekolah di Zona Kuning Segera Dibuka
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengungkapkan pemerintah bakal segera membuka kegiatan belajat tatap muka di sekolah yang bukan zona hijau. Tetapi, pembukaan kelas tatap muka bersifat terbatas. 

    "Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Nadiem Makarim) telah melakukan langkah-langkah dan mungkin tidak lama lagi daerah-daerah selain zona hijau akan diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan belajar tatap muka dengan tatap muka terbatas," kata Doni dalam pernyataan pers usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Senin, 27 Juli 2020.

    Namun, ia tidak memerinci daerah mana saja yang akan mendapatkan lampu hijau untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Berdasarkan surat keputusan bersama empat Kementerian, hanya sekolah yang berada di daerah zona hijau yang boleh menggelar pembelajaran tatap muka.

    Sekolah yang berada di luar di zona hijau, boleh menggelar pembelajaran tatap muka bertahap. Pembukaan pembelajaran tatap muka bisa dimulai dari siswa jenjang SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, Paket B. Kemudian, tahap kedua akan dilaksanakan dua bulan setelah tahap I, yakni bagi jenjang SD, MI, Paket A dan SLB. Lalu di tahap ketiga dilaksanakan dua bulan setelah tahap II yakni bagi jenjang PAUD formal (TK, RA, TKLB) dan non formal.

    Baca: Sekolah di Zona Kuning Bakal Dibuka

    Sekolah yang akan dibuka juga harus memenuhi persyaratan. Misalnya, sesuai dengan daftar periksa kesiapan satuan pendidikan sesuai protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan juga dipertimbangkan. Mulai dari kebersihan toilet, sarana cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan, dan disinfektan.

    Ketentuan lainnya yakni kelas tidak boleh diisi penuh oleh seluruh siswa. Contoh pada kondisi normal terdapat 28-30 siswa dalam satu kelas, maka siswa yang masuk dalam satu kelas hanya boleh 18 siswa saja.

    Ketika menjabat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni memang menyebut sekolah di zona kuning bakal dibuka berdasarkan permintaan wali murid. Lembaga survei Alvara Research Center menyatakan 45,5 persen orang tua setuju anaknya kembali sekolah dengan beragam alasan.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id