Wamenag Ungkap Keistimewaan Sosok Malik Fadjar

    Citra Larasati - 08 September 2020 11:35 WIB
    Wamenag Ungkap Keistimewaan Sosok Malik Fadjar
    Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
    Jakarta:  Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi menyampaikan rasa berduka cita atas berpulangnya tokoh Muhammadiyah Abdul Malik Fadjar yang pernah menjabat sebagai menteri pendidikan di 2001-2004.  Meski tak memiliki kedekatan secara personal dengan almarhum, namun Zainut mengaku berani bersaksi, bahwa almarhum adalah sosok orang baik yang memiliki sejumlah keistimewaan.
     
    Selain sebagai tokoh pendidikan, Malik Fadjar juga merupakan tokoh agama dan pemerintahan. 
    "Beliau adalah sedikit dari tokoh bangsa yang sukses mengemban tiga bidang yang sangat mulia tersebut," kata Zainut dalam keterangannya, Selasa, 8 September 2020.

    Pada bidang pendidikan, Malik Fadjar memulai karirnya dari bawah, menjadi guru SD sampai menjadi rektor di dua perguruan tinggi Muhammadiyah ternama, yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Muhammadiyah Malang.

    Pada bidang akademis, Malik mendapatkan jabatan akademis tertinggi sebagai guru besar pada Fakultas Tarbiyah di IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1995.  Sebagai seorang aktivis organisasi, Malik banyak berkecimpung di organisasi, seperti ICMI dan HIPIIS.

    "Beliau adalah tokoh penting di Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang memiliki kontribusi besar bagi pengembangan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah," terang Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

    Baca juga:  Menko PMK Mengenang Sosok Abdul Malik Fadjar

    Malik juga, kata Zainut, merupakan seorang tokoh agama yang memiliki pemahaman agama yang inklusif dan inspiratif, sehingga sering menjadi rujukan dan tempat bertanya dari berbagai kalangan.  "Beliau juga seorang birokrat yang mumpuni," tegas Zainut.

    Mendiang pernah menjabat di berbagai posisi kabinet. Pernah menjabat di Kabinet Reformasi sebagai Menteri Agama tahun 1998-1999.  Anggota Kabinet Gotong Royong sebagai Menteri Pendidikan pada tahun 2001-2004.

    Almarhum juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) ad-interim menggantikan Jusuf Kalla, dan terakhir ia menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI.

    "Bangsa Indonesia merasa kehilangan putra terbaiknya. Tokoh cendekiawan muslim yang senyumnya khas dan pembawaannya kalem, sederhana itu kini telah meninggalkan kita.  Tapi Saya percaya jejak legasinya akan terus dikenang oleh anak bangsa sepanjang masa.
    Selamat Jalan Profesor semoga amal jariahmu mengalir terus dan menerangi jalan menuju tempat keabadianmu di sisi Sang Maha Pemilik segalanya..aamiin," ucap Zainut.

    Tokoh Muhammadiyah kelahiran Yogyakarta ini menghembuskan napas terakhirnya pada Senin, 7 September 2020, pukul 19.00 WIB.  Almarhum disalatkan di Masjid Raya Al-Ittihad, Tebet Mas Indah, Jakarta Selatan dan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata hari ini, Selasa, 8 September 2020, pukul 13.00 WIB.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id