Inkonsisten, PPDB Kota Malang Disorot

    Daviq Umar Al Faruq - 20 Mei 2020 23:36 WIB
    Inkonsisten, PPDB Kota Malang Disorot
    Suasana PPDB di Malang. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
    Malang: Lembaga antikorupsi, Malang Corruption Watch (MCW) menyoroti pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Malang, Jawa Timur. Pasalnya, PPDB tahun ini dinilai masih memiliki potensi masalah.

    Koordinator Badan Pekerja MCW, Nursasi Atha mengatakan, regulasi pelaksanaan PPDB telah disiapkan semua. Mulai dari Permendikbud nomor 44 tahun 2019, Surat Edaran Mendikbud akibat Covid-19 hingga dengan Perwali yang mengatur tentang pelaksaaan PPDB.

    ''Dinas Pendidikan tidak serius dalam membuat kebijakan PPDB Tahun 2020 ini. Misalnya pengumuman hasil seleksi PPDB Tahun 2020 yang berubah-ubah, hal itulah yang kemudian membingungkan calon wali murid," kata Atha, Rabu 20 Mei 2020.

    Sebagai informasi, server PPDB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang terus bermasalah sejak tahap pendaftaran hingga pengumuman hasil seleksi dan daftar ulang. Awalnya, pengumuman lolos seleksi PPBD akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, yakni Senin, 18 Mei 2020. 

    Baca juga:  PPDB 2020, Kuota Jalur Prestasi di Malang Naik 30 Persen

    Bahkan pendaftaran ulang telah ditentukan pada 18-20 Mei 2020. Apabila dinyatakan tidak lolos pada seleksi jalur afirmasi, prestasi dan perpindahan, maka peserta PPDB bisa mengikuti jalur zonasi yang akan dilaksanakan pada 2-4 Juni 2020. 

    Namun, Disdikbud Kota Malang menganulir kebijakan tersebut pada Selasa 19 Mei 2020. Pengumuman hasil seleksi PPDB yang sah dan berlaku ialah pengumuman yang disajikan pada Rabu, 20 Mei 2020.

    “Tidak boleh pendidikan dan kebudayaan inkonsistensi dengan keputusan yang mereka buat, seharusnya harus dimatangkan terlebih dahulu sebelum disampaikan ke publik, itu akan memperlihatkan bahwa pengelolaan PPBD masih dikelola dengan buruk," ungkap Atha. 

    "Dinas Pendidikan juga harus membangun komunikasi yang konsisten dan jelas, karena prasyarat utama kebijakan itu adalah komunikasi yang konsisten dan jelas," tegasnya.

    Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, pandemi virus korona atau covid-19 tidak akan mempengaruhi gelaran PPDB di Kota Malang. PPDB tetap akan kembali dilaksanakan secara daring dengan membuka empat jalur pendaftaran.

    "Sebetulnya sejak lima tahun terakhir ini, Kota Malang selalu melakukan PPDB secara daring. Jadi saya rasa tidak akan masalah buat kami," katanya, Jumat 1 Mei 2020.

    Berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Nomor 421/1905/35.73.401/2020 Tentang Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang TK, SD, dan SMP Tahun Ajaran 2020/2021, ada empat jalur pendaftaran dengan masing-masing kuota jalur prestasi sebesar 30 persen, afirmasi 15 persen, perpindahan orang tua 5 persen, dan zonasi sebanyak 50 persen.

    "Yang membuat berbeda dengan tahun lalu adalah kuota bagi siswa melalui jalur prestasi menjadi lebih besar yaitu sebanyak 30 persen. Ini hampir sama dengan di tahun 2018 yang lalu," tambah Sutuaji.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id