Unair: Korona Bukan Virus Baru

    Ilham Pratama Putra - 04 Februari 2020 18:01 WIB
    Unair: Korona Bukan Virus Baru
    Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga, Prof. Dr. Soewarno, drh., M.Si. Foto: Unair/Humas
    Jakarta:  Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Soewarno, drh., M.Si berpendapat bahwa virus korona jenis baru atau Novel Corona Virus (2019-ncov) yang sekarang sedang berkembang, bukan sebuah hal baru.  Virus ini merupakan hasil dari mutasi, serupa dengan Korona yang menjadi penyebab SARS-Cov dan MERS-Cov.

    “Virus korona sudah ditemukan sejak lama, baik pada manusia maupun hewan. Sebagai contoh, unggas, kalkun, babi, tikus, kucing, dan anjing yang masing-masing ada sendiri. Begitu juga manusia. Sementara ini, terdapat tujuh jenis virus Korona yang ditemukan sejak tahun 1960 hingga tahun 2019 kemarin dengan nama Novel Corona Virus,” urai Soewarno dikutip dari laman Unair, Selasa, 4 Februari 2020.

    Virus Korona terbagi menjadi empat jenis genus, yakni Alpha coronavirus, Beta corona virus, Gamma coronavirus, serta Delta coronavirus. Namun, virus Korona yang seringkali menyerang manusia hanya berasal dari genus alpha dan genus beta (paling berbahaya). Sementara virus korona yang menyerang hewan adalah genus delta serta genus gamma.

    Tujuh jenis virus Korona yang menulari manusia adalah HCoV-229E (alpha coronavirus), HCoV-NL63 (alpha coronavirus), HCoV-OC43 (beta coronavirus), serta HCoV-HKU1 (beta coronavirus). Tiga lainnya merupakan genus beta yang bisa menginfeksi hewan sekaligus manusia pascaberevolusi dalam bentuk baru, yakni SARS-Cov, MERS-Cov, dan 2019-ncov.

    “Secara struktur, ketiga virus Korona jenis baru itu, memiliki persamaan dari segi struktur maupun morfologi. Tetapi berbeda secara genetik dan host. Selain itu, karena mampu menginfeksi manusia, maka virus ini dikategorikan sebagai zoonosis,” ujar Soewarno.

    Virus korona juga mempunyai sejumlah karakteristik. Yakni, bersifat Single-stranded RNA sehingga mudah untuk mengalami mutasi. Selanjutnya, terdapat empat macam protein yang berperan penting di dalamnya, antara lain protein spike, protein matrix, protein envelope, dan nucleoprotein.

    Dari keempatnya, protein spike merupakan jenis yang paling sering melakukan mutasi karena memiliki peran sebagai reseptor yang menempel di host.  “Kalau dulu, virus Korona ini tergolong host-spesific. Artinya, hanya bisa menginfeksi antar binatang atau antar manusia saja. Tetapi dengan adanya proses mutasi, memungkinkan untuk menginfeksi makhluk hidup lain. Selain itu, korona juga bisa mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh lingkungan, host, waktu, serta perubahan sifat RNA-nya,” jelasnya



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id