Sekolah di Yogyakarta Bakal Tersambung ke Jaringan Fiber Optik

    Ahmad Mustaqim - 29 Juli 2020 21:53 WIB
    Sekolah di Yogyakarta Bakal Tersambung ke Jaringan Fiber Optik
    Ilustrasi. Medcom.id
    Yogyakarta:  Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai membenahi infrastruktur jaringan untuk pembelajaran jarak jauh atau daring.  Pemprov juga akan memasang kabel fiber optik sepanjang 300 kilometer yang langsung terkoneksi ke sekolah-sekolah SMA/SMK.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Rony Primantoro mengatakan, jaringan fiber optik akan menjadi infrastruktur utama dalam menopang akses teknologi informasi dan komunikasi. Pemasangan infrastruktur internet itu akan mulai digarap Agustus 2020.

    "Kami targetkan rampung akhir tahun ini. Jaringan ini penting dipasang dalam rangka mendukung pembelajaran," kata Rony saat dihubungi, Rabu, 29 Juli 2020.

    Kebutuhan anggaran untuk pemasangan jaringan kabel itu sebesar Rp17 miliar. Rony mengatakan, beberapa wilayah yang sulit dijangkau akan dikerjasamakan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

    Baca juga:  Rela Menyebrang Sungai Demi Bisa Belajar

    Ia tak menyebut secara rinci titik-titik yang mengalami masalah dalam jaringan internet. Ia hanya mengatakan wilayah itu ada di perbukitan di Kabupaten Kulon Progo, Gunungkidul, dan Bantul.

    "Siswa-siswa di wilayah itu masih kesulitan mengakses internet memang. Secara komersial wilayah itu tidak menarik penyedia jasa selular," kata dia.

    Menurut dia, pembelajaran siswa bisa memanfaatkan jaringan internet di sekitar SMA/SMK ketika semua kabel sudah terpasang, terutama di wilayah blank spot. "Pemerintah kabupaten/kota juga bisa menghubungkan ke sekolah-sekolah di tingkat SMP sampai SD," ungkapnya.

    Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya menyebutkan, ada 49 titik wilayah dengan situasi jaringan internetnya tidak optimal. Dampaknya, siswa menjadi kesulitan saat pembelajaran daring dari rumah.

    Ia mengatakan, perlu adanya langkah perbaikan jaringan.  Secara umum, ia mengklaim, pembelajaran tetap bisa terlaksana. Namun, ia tak menampik masih ada berbagai kekurangan, seperti pembelajaran daring yang tak bisa sepenuhnya interaktif.

    "Mungkin (pembelajaran online) 30 persen semi interaktif. Ada sekolah di Gunungkidul harus gunakan radio lokal untuk pemancar agar bisa mendukung pembelajaran," kata dia. 

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id