Program Organisasi Penggerak

    NU-Muhammadiyah Pastikan Terus Berkontribusi untuk Pendidikan Indonesia

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 30 Juli 2020 19:30 WIB
    NU-Muhammadiyah Pastikan Terus Berkontribusi untuk Pendidikan Indonesia
    Ilustrasi. Dokumentasi Medcom.id
    Jakarta: Nahdlatul Ulama (NU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memastikan bakal terus berkontribusi untuk pendidikan di Indonesia. Meskipun, jalan yang dipilih bukan dengan bergabung dalam Program Organisasi Penggerak (POP).

    "Terus melakukan peningkatan ekonomi, dengan pendidikan-pendidikan yang berangkatnya dari pendidikan pesantren," kata Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’rif Nahdlatul Ulama (NU) Arifin Junaidi dalam webinar 'Mau Dibawa Kemana Pendidikan Indonesia', Kamis, 30 Juli 2020.

    Arifin menegaskan, model pendidikan pesantren ini merupakan model lama yang tetap baik untuk diterapkan. NU bulat tetap melestarikan model pendidikan pesantren.

    "Karena pendidikan pesantren ini menurut kami masih baik tetap kami pertahankan. Tetapi tidak menutup sistem pendidikan sekolah. Jadi iniliah yang membuat kami ini liar, berganti pimpinan kami tetap bisa bertahan," terangnya.

    Sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas pendidikan, LP Maarif melakukan pelatihan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada 3.200 kepala madrasah selama empat bulan. Nantinya, kepala madrasah tersebut wajib memberi pelatihan kepada guru-guru dan 20 kepala madrasah di sekitar madrasahnya.

    "Kami biayai sendiri. Target kami akhir tahun ini semua kepala sekolah yang berjumlah 48 ribu dan sekitar 900 ribu guru sudah ikut pelatihan PJJ," ungkapnya.

    Baca: Nadiem: NU, Muhammadiyah, PGRI Insyallah Kita Bersatu Lagi

    Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Didaksmen) Muhammadiyah Baedhowi menegaskan meski mundur dari POP bukan berarti Muhammadiyah lepas tangan dalam peningkatan kualitas pendidikan. Muhammadiyah tetap melaksanakan program-program mandiri.

    Baedhowi menjelaskan salah satu program yang dikerjakan yaitu menyiapkan guru untuk mempunyai kemampuan lebih baik dalam pelaksanaan PJJ. Selain itu, juga ada program manajemen madrasah.

    "Masalah manajemen madrasah itu menjadi prioritas utama, kemudian meningkatkan kompetensi kepala sekolah agar bisa melakukan manajemen sekolah sebaik-baiknya," ucap Baedhowi.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id