Hari Guru Nasional

    Nadiem Beberkan Kebijakan Kemendikbud untuk Bantu Guru Selama Pandemi

    Nur Azizah - 25 November 2020 19:34 WIB
    Nadiem Beberkan Kebijakan Kemendikbud untuk Bantu Guru Selama Pandemi
    Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan layar.
    Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memamerkan sejumlah kebijakan dalam membantu para pendidik di masa pandemi covid-19. Salah satunya, relaksasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang boleh digunakan untuk menggaji guru honorer.

    "Relaksasi BOS adalah tidak menetapkan suatu limit, tidak menetapkan suatu batas terhadap berapa yang kepala sekolah bisa berikan kepada guru-guru honorer, banyak dari mereka yang hanya mendapatkan Rp100 ribu sampai Rp300 ribu per bulan," kata Nadiem di Istana Negara, Rabu, 25 November 2020.

    Nadiem menambahkan, Kemendikbud juga telah mengamankan anggaran Rp1,5 triliun untuk mengakselerasi tunjangan profesi para guru di masa pandemi. Selanjutnya, mengalokasikan anggaran Rp3,6 triliun untuk program Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi para guru dan tenaga kependidikan non Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bergaji di bawah Rp5 juta.

    "Memberikan dua juta tenaga pendidik non PNS dan guru non PNS di swasta dan di negeri, masing-masing mendapat Rp1,8 juta yang sekarang sedang dilaksanakan di berbagai macam daerah," jelasnya.

    Menurut Nadiem, anggaran-anggaran itu tersedia hasil dari efisiensi yang dilakukan Kemendikbud selama pandemi. Dari sisi non keuangan, kata dia, Kemendikbud juga menyiapkan berbagai macam materi untuk membantu guru melakukan pembelajaran di masa pandemi.

    Misalnya, menyiapkan kurikulum darurat yang poin besarnya memberikan kelonggaran bagi guru dalam hal penuntasan kurikulum di masa pandemi. Lewat kurikulum darurat, para guru tak perlu lagi 'kejar tayang' menuntaskan kurikulum.

    Baca: Kualitas dan Distribusi Guru Masih Jadi Masalah

    Nadiem menambahkan, berbagai modul offline juga disiapkan, khususnya untuk SD dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sebagai jenjang pendidikan yang paling sulit melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Modul ini disebut juga bermanfaat untuk daerah yang masih sangat sulit mengakses internet, seperti di daerah terpencil. 

    "Modul-modul inilah yang bisa membantu, dan jangan lupa program belajar dari TVRI itu salah satu inovasi yang kita lakukan," ungkapnya. 

    Selama ini, kata Nadiem, Kemendikbud juga menggelar webinar dan pelatihan guru. Mulai dari program guru penggerak, sampai berbagai macam pembekalan guru dilakukan secara online. 

    "Dan alhamdulillah luar biasa motivasi guru kita berpartisiapai di masa pandemi seperti sekarang ini," ujarnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id