Ratusan Paper Ilmiah Berhasil Terkumpul di ICEBSH dan ICASTE 2021

    Citra Larasati - 19 Februari 2021 23:26 WIB
    Ratusan <i>Paper</i> Ilmiah Berhasil Terkumpul di ICEBSH dan ICASTE 2021
    Rektor Untar, Agustinus Purna Irawa. Foto: Zoom



    Jakarta:  Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Tarumanagara (Untar) bekerja sama dengan Universitas Tunku Abdul Rahman University College (TAR UC) Malaysia, menyelenggarakan dua konferensi internasional secara bersamaan. Acara sukses digelar dan berhasil mengumpulkan ratusan paper ilmiah dari sejumlah kampus di belasan negara. 

    Kedua konferensi ini telah digelar selama dua hari, yakni Rabu-Kamis, 17-18 Februari 2021. Konferensi tersebut adalah International Conference on Economics, Business, Social, and Humanities (ICEBSH) dengan tema “Shaping Healthy Relationship and Thinking Skill in the Era of Information Technology”. 




    Konferensi kedua adalah International Conference on Applied Science and Engineering (ICASTE) dengan tema “Development and Utilization of Technology to Support Human Life in the New Adaption Era”.

    Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara, Jap Tji Beng mengatakan, upaya melakukan diseminasi ilmu pengetahuan tetap harus dilakukan meski dunia tengah dirundung pandemi covid-19.  Untuk dapat memperoleh hasil yang terbaik, kata Jap, semua pihak perlu secara kolektif memperluas pengetahuan dan pengalaman tentang teknologi informasi. 

    "Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi," kata Jap, Jumat, 19 Februari 2021.

    Konferensi ini tidak hanya dimaksudkan sebagai kegiatan diseminasi ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah bagi sivitas akademika dari institusi memulai kerja sama baru.  Terutama tentang membentuk relasi yang sehat dan  keterampilan berpikir di era teknologi informasi, serta tentang pengembangan teknologi pendukung kehidupan masyarakat dalam era adaptasi baru.

    Rektor Universitas Tarumanagara (Untar), Agustinus Purna Irawan mengatakan, tujuan acara
    ini adalah sebagai wadah untuk memfasilitasi pertukaran ilmu dan pengalaman.   "Baik praktisi maupun sivitas akademika di bidang masing-masing, yaitu ilmu sosial, humaniora, teknologi,
    dan teknik," kata Agustinus.

    ICASTE dan ICEBSH juga merupakan peluang besar untuk membahas bagaimana ilmu
    sosial dan teknologi sehingga dapat berkontribusi untuk menyelesaikan masalah yang muncul
    selama pandemi covid-19.

    Baca juga:  FKUI Ikut Uji Klinis Perawatan Covid-19 Terbesar di Dunia

    Mengingat masih dalam kondisi pandemi covid-19, konferensi internasional ini diadakan secara hybrid dengan menggunakan metode daring (online) untuk semua peserta dan secara luring (offline) dari Kampus I Untar Jakarta.

    Kolaborasi yang luar biasa ini mengundang antusiasme yang cukup tinggi dari berbagai kalangan akademisi.  Baik dari dalam maupun luar negeri.

    Hal ini terlihat dari terkumpulnya 243 papers dari pemakalah ICEBSH yang berasal dari 30 institusi di tujuh negara, yaitu Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Thailand, Timor Leste, Amerika Serikat.

    Selain itu juga terkumpul 179 papers dari pemakalah ICASTE yang berasal dari 63 institusi
    di sembilan negara, yaitu Australia, Czech Republic, Jerman, Indonesia, Jepang, Malaysia,  Swedia, Inggris, dan Timor Leste.

    Dengan demikian, konferensi ini dapat memberikan kesempatan kepada peserta untuk
    menyumbangkan ide-ide berharga serta mempererat jejaring antar peserta dari berbagai tempat
    asal, latar belakang, dan ketertarikan.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id