Rektor IPB Ternyata Pernah Diajar Mahasiswa S1 yang Belum Lulus

    Ilham Pratama Putra - 14 Mei 2021 18:40 WIB
    Rektor IPB Ternyata Pernah Diajar Mahasiswa S1 yang Belum Lulus
    Rektor IPB University, Arif Satria. Foto: IPB/Humas



    Jakarta: Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria berbagi kisahnya ketika masih menjadi mahasiswa S1 di IPB. Ternyata Arif pernah diajar oleh mahasiswa yang juga berada di jenjang S1 dan belum lulus.

    Pengajar tersebut kini telah menjadi guru besar dan pakar Epidemiolog di IPB, yakni Profesor Juhaeri Muchtar. Juhaeri merupakan Alumnus IPB dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

     



    Arif Satria berkisah, dulu saat dirinya menjadi mahasiswa S1 di IPB University pernah menjadi praktikan Juhaeri. Arif mengaku bangga, karena ia diajar oleh mahasiswa S1 yang belum lulus, namun sudah menjadi asisten di program S2.

    “Saya sangat bangga menjadi salah satu praktikan beliau di Matematika Dasar. Karena Komti, jadi hubungannya sangat dekat dengan Mas Juhaeri. Mas Juhaeri ini walaupun belum lulus S1, tapi sudah menjadi asisten di S2. Itu yang membuat inspirasi luar biasa bagi kita,” kata Arif dalam siaran pers, Jumat 14 Mei 2021. 

    Menurut Arif Satria, sosok Juhaeri memang penuh inspirasi. Bahkan Arif menyebutnya sebagai pelopor kemajuan bangsa Indonesia, IPB University, dan anak-anak desa.

    “Jadi, inspirasi-inspirasi yang beliau sebarkan itu soal from zero to hero. Beliau dari Majalengka yang awalnya bukan siapa-siapa, sekarang jadi epidemiolog, tokoh besar di Amerika. Ini bisa menjadi inspirasi bagi semua, terutama mahasiswa dan anak-anak SD. Ini 'Laskar Pelangi' dari Majalengka,” ungkapnya.

    Baca juga: Putra Indonesia Timur Pertama Baca Pidato Kelulusan di Northeastern University

    Arif juga menyebut Juhaeri sangat tepat untuk dijadikan sebuah kisah berbentuk kartun atau film agar benar-benar menginspirasi. Menurutnya, Juhaeri bisa menjadi ikon sumber inspirasi dan sumber perubahan.

    “Saya yakin ketika semua orang terinspirasi dan semua orang punya mimpi, inilah yang bisa membuat kita memiliki harapan untuk masa depan kita,” lanjutnya.

    Sementara itu, Juhaeri berterima kasih kepada Arif. Menurutnya, anak didiknya itu telah mampu membawa IPB sebagai kampus yang memiliki peran penting bagi kemajuan bangsa.

    “Jadi, kelihatan Mas Arif itu seorang pemimpin inklusif. Saya baca tulisan-tulisan Mas Arif di media sosial maupun yang lain, kelihatan bukan hanya sifat inovatif, tapi juga visioner,” ungkap Juhaeri.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id