Legislator: Kurikulum Kita Terlalu Padat

    Intan Yunelia - 26 November 2019 17:55 WIB
    Legislator:  Kurikulum Kita Terlalu Padat
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Jakarta: Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Pareira menyambut positif adanya perubahan besar-besaran dalam sistem pendidikan Indonesia. Menurutnya banyak hal yang harus diubah, salah satunya kurikulum yang dinilai terlalu padat.

    Kurikulum yang padat ini, kata Andreas, tidak memberi ruang kepada siswa untuk berkreasi dan berinovasi seperti yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim dalam pidato Hari Guru Nasional (HGN) 2019. Isi pidato Nadiem ini juga selaras dengan harapan Presiden Joko Widodo yang menginginkan perubahan drastis dalam sistem pendidikan nasional.

    "Setuju! (perubahan sistem pendidikan drastis). Terutama kurikulum kita, terlalu padat. Anak dijejali dengan materi yang hanya mengisi aspek kognitif siswa," kata Andreas kepada Medcom.id, Selasa, 26 November 2019.

    Menurut Andreas, bahwa kurikulum yang berlaku saat ini telah berhasil membatasi kreativitas siswa yang hanya terpaku pada materi tekstual. Siswa harus diberikan ruang untuk menggali kepekaannya terhadap lingkungan sekitar, terutama yang berhubungan dengan alam.

    "Kurikulum kurang memberi ruang pada aspek afeksi, untuk mengola rasa, kepekaan terhadap lingkungan, baik antarsesama mahluk maupun dengan alam," ujar Andreas.

    Politisi PDIP ini berharap, agar Nadiem segera menindaklanjuti isi pidatonya yang sempat viral di media sosial tersebut dengan program dan kebijakan nyata.  Salah satunya melakukan perbaikan sistem pendidikan sesegera mungkin. Terutama yang berkaitan dengan kurikulum.

    "Ubah kurikulum. Bukan hanya ubah daftar isian satuan mata pelajaran, tapi harus juga mempersiapkan infrastruktur pendukung, termasuk pelatihan-pelatihan untuk tenaga pendidik," imbuhnya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap sistem pendidikan Indonesia dapat berubah drastis. Jokowi menganggap, sistem pendidikan Indonesia sudah ketinggalan zaman.
     
    "Presiden sangat mengharapkan ada perubahan drastis di dalam sistem pendidikan kita," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 25 November 2019.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id