Buka Lowongan 90 Dosen Non-PNS, UNS Gelar Seleksi TKD dan TKB

    Citra Larasati - 08 Juni 2021 12:30 WIB
    Buka Lowongan 90 Dosen Non-PNS, UNS Gelar Seleksi TKD dan TKB
    Buka Penerimaan Tenaga Pendidik Non PNS, UNS Laksanakan Seleksi TKD dan TKB. Foto: UNS/Humas



    Jakarta:  Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar proses rekrutmen tenaga pendidik (dosen) non Pegawai Negeri Sipil (PNS), Senin, 7 Juni 2021.  Peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dinyatakan lulus dan berhak mengikuti tahapan Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan Tes Kemampuan Bidang (TKB).

    “Yang lebih hati-hati kita di masa pandemi. Kita syaratkan para peserta telah tes antigen. sehingga kita aman, mereka aman, panitia aman, UNS juga aman,” tutur Wakil Rektor Umum dan SDM UNS, Bandi dalam keterangannya, Selasa, 8 Juli 2021.

     



    Program rekrutmen ini dibuka dengan total pendaftar sebanyak 1.900 orang. Melalui proses seleksi administrasi disaring menjadi 645 orang dan hanya 160 orang yang mendapatkan validasi untuk diizinkan mengikuti ujian.

    Terdapat 31 program studi (Prodi) yang membuka lowongan tenaga pendidik dengan rincian 23 prodi di Sekolah Vokasi (SV), Satu prodi di Fakultas Ilmu Budaya (FIB), satu Prodi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan enam lowongan prodi di Fakultas Kedokteran (FK).

    “Total kurang lebih 90-an yang kita butuhkan. Sehingga kita akan mendapatkan dosen UNS yang berbobot. Tahapannya setelah ujian ini, dari yang lolos kita adakan tes mengajar yang melibatkan rektorat, dekanat, kemudian prodi,” terang Bandi.

    Baca juga:  ITB Terima Bantuan Dana Pendidikan Rp450 Juta

    Sementara itu, Rektor UNS, Jamal Wiwoho mengatakan, alasan lain diadakannya penerimaan tenaga pendidik non PNS ini adalah Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) tahun ini tidak memperoleh jatah CPNS. Pada tahun ini Badan Kepegawaian Negara (BKN), merekrut CPNS dengan prioritas pada Perguruan Tinggi Satuan Kerja (Satker) dan Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (BLU).

    “PTNBH tidak mendapatkan jatah. Artinya, 12 PTNBH ini diberi keleluasan untuk me-manage. Kalau kurang ya silakan tambah sendiri, silakan anggaran dihitung sendiri, kariernya juga dipersiapkan dengan baik. Sehingga dosen-dosen yang kita rekrut itu nanti kariernya sama dengan PNS yang sudah terstandar,” terang Jamal.

    Jamal berharap, dengan proses standardisasi rekrutmen ini UNS mampu mendapatkan calon-calon tenaga pendidik yang baik. Jamal meyakini bahwa dengan standar pelaksanaan proses yang sama dengan rekrutmen PNS oleh BKN, UNS mampu mendapatkan dosen yang berkualitas dalam hal akademik maupun integritas.

    “Dari sisi kemampuan akademiknya maupun dari sisi integrity-nya. Karena kami perlu sekali dosen yang mempunyai kemampuan kedua hal itu. Saya yakin dengan standar proses yang bahkan sama dengan proses rekrutmen PNS yang dilakukan BKN. Saya yakin mendapatkan dosen yang baik,” tutur Jamal.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id