Mahasiswa PTKI Diminta Siap Hadapi Society 5.0

    Arga sumantri - 17 September 2021 11:34 WIB
    Mahasiswa PTKI Diminta Siap Hadapi Society 5.0
    Wamenag Zainut Tauhid Saadi. Foto: Kemenag/Humas



    Jakarta: Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid berpesan kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk bersiap menghadapi tantangan era Society 5.0. Mahasiswa PTKI juga dituntut menjadi agen sekaligus teladan dalam praktik keagamaan yang moderat.

    "Kita harus mengatisipasi adanya persaingan antara manusia dan teknologi pada era revolusi industri 4.0 dan society 5.0," kata Zainut dalam keterangannya, Jumat, 17 September 2021.

     



    Ia menekankan, para mahasiswa harus memiliki beberapa softskill agar tidak kehilangan kesempatan untuk berada di lapangan pekerjaan yang sangat kompetitif. 

    Ia menambahkan, era cociety 5.0 adalah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi seperti Internet on Things, Artificial Intelligence, Big Data dan perangkat mesin digital untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Zainut mendorong mahasiswa dan kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terus melakukan akselerasi pemahaman dan penguasaan terhadap teknologi. 

    "Keniscayaan Revolusi Industri 4.0 (four point zero) dan Society 5.0 (five point zero) benar-benar kita rasakan lebih cepat dan membutuhkan proses adaptasi yang juga cepat. Skill abad 21 yang menghendaki kita untuk memiliki wawasan literasi digital sudah hari-hari ini kita lakukan," tuturnya.

    Baca: IAIN Salatiga Siap Menerima Mahasiswa Saudi

    Menurut dia, mahasiswa harus melakukan akselerasi pemahaman dan penguasaan terhadap teknologi. Skill abad 21 menghendaki manusia untuk memiliki wawasan literasi digital yang baik dan canggih.

    Moderasi Beragama

    Selain literasi digital, Indonesia juga dihadapkan pada tantangan ekstremisme dan intoleransi. Hasil penelitian Pusat Studi Agama dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2018) pada 18 kota/kabupaten di Indonesia menunjukkan bahwa ancaman ekstremisme di kalangan kaum muda berusia 15-24 sangat mengkhawatirkan. Tren konservatisme ini dicirikan dengan scriptural plus komunal yang juga menguat.

    Penelitian sejenis dilakukan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di 18 kota/ kabupaten di Indonesia, berkenaan literatur keislaman Generasi Milenial. Hasilnya,  generasi milenial sangat memiliki minat untuk mengakses literatur keagamaan. Masalahnya, terletak pada pilihan topik, jihad dan khilafah paling banyak diminati.

    Fakta ini, kata Zainut, harus direspons PTKI dengan memberikan bekal mahasiswanya tentang perspektif moderasi beragama dalam pemahaman teks-teks keagamaan dan kehidupan sosial. Sehingga, mereka bisa menjadi agen dan katalisator dalam mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin.

    Baca: Universitas Syiah Kuala Lanjut Kuliah Daring Sampai 2 Oktober 2021

    Menurut Wamenag, pengarusutamaan moderasi beragama setidaknya dilandasi oleh tiga hal. Pertama, kehadiran agama untuk menjaga martabat manusia dengan pesan utama rahmah (kasih-sayang). 

    Kedua, pemahaman bahwa pemikiran keagamaan bersifat historis, sementara realitas terus bergerak secara dinamis, sehingga kontekstualisasi adalah keniscayaan, tidak justru terjebak pada teks yang melahirkan cara beragama yang ekslusif. Ketiga, tanggung jawab menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari siapa saja yang ingin merongrong kehormatanya.

    "Anda semua harus bangga menjadi bagian dari PTKI yang selama ini menjadi tempat penyemaian terbaik Islam yang rahmatan lil alamin yang dipadu dengan ilmu-ilmu filsafat dan sosial humaniora. Karenanya, jadikan anda duta moderasi beragama yang menjadi katalisator untuk mendesiminasikan wawasan dan paham ke-Islaman yang inklusif, toleran dan damai," jelasnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id