Hari Pertama PPDB Diwarnai Calo 'Bergentayangan'

    Kisar Rajaguguk - 17 Juni 2019 21:10 WIB
    Hari Pertama PPDB Diwarnai Calo 'Bergentayangan'
    Suasana PPDB di salah satu sekolah di Kota Depok, MI/Bary Fathahilah.
    Depok: Hari pertama pelaksanaan pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB), SMA dan SMK di Kota Depok mulai disibukkan sejumlah calo yang "bergentayangan" mendekati orangtua siswa untuk menawarkan jasanya dengan iming-iming bisa meloloskan siswa.

    Di SMA Negeri 1 Kota Depok Jalan Nusantara Raya Nomor 317, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas para calo menawarkan jasa bisa meloloskan siswa walau nilai tak mencukupi.  Modusnya mereka menjual nama pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa barat, Disdik Kota Depok dan pejabat lainnya, untuk meyakinkan para orang tua.

    Siti Komala, 40, warga jalan Melati, Pancoranmas, Depok mengaku sudah ditawari oleh lima orang berbeda. Rata-rata para calo mematok harga kepada orang tua calon siswa sebesar Rp15 juta -Rp 20 juta.

    "Sudah ada lima orang datang, yang pertama dua orang laki-laki dan perempuan, mereka (calo) menawari saya untuk memasukkan anak saya ke SMA Negeri 1," jelas Siti, di Depok, Senin, 17 Juni 2019.

    Baca:  Sistem Zonasi Abaikan Fakta Kurangnya Jumlah Sekolah Negeri

    Menurut Siti, dua orang pertama yang tak menyebut identitasnya itu memasang harga sebesar Rp15 juta. Sementara, tiga orang kedua yang diketahui suami istri itu mematok harga sebesar Rp20 juta. Mereka meyakinkannya bisa memasukkan anaknya di SMA Negeri 1 Depok yang selama ini dikenal sebagai sekolah favorit. Namun, dia menolak. "Kalau mau saya bantu," ujarnya menirukan calo tersebut.

    Dinas pendidikan menegaskan kepada masyarakat agar tak tergiur dengan iming-iming calo. "Jangan percaya dengan calo yang menjanjikan bisa menempatkan calon siswa di sekolah negeri," tandas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa barat, Dewi Sartika.

    PPDB tingkat SMA dan SMK dimulai pada Senin, 17-22 juni. Pada 24- 26 juni verifikasi dan 29 Juni 2019 uji kompetensi. Selanjutnya 15 Juli 2019 awal tahun pelajaran 2019/2020.

    Dewi mengingatkan agar orangtua melengkapi berkas-berkas persyaratan pendaftaran sebelum mendaftar. “ Orangtua agar berkas-berkas persyaratan pendaftaran dipersiapkan sshingga, diharapkan saat mendaftar berkas persyaratan sudah lengkap, “ harapnya.

    Persyaratan pertama yaitu, dibuktikan dengan akta kelahiran. Kedua yaitu para calon peserta didik harus memiliki ijazah dan sertifikat hasil ujian nasional (SHUN) SMP/sederajat. Hal ini dibuktikan dengan membawa ijazah dan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) SMP atau bentuk lainnya yang sederajat.

    Baca:  Komisi X: Sistem Zonasi Jangan Dibuat Kaku

    Ketiga, peserta didik wajib memiliki dokumen kelengkapan khusus sesuai jalur. “Untuk peserta zonasi, bawa serta fotokopi dan dokumen asli KTP orang tua dan Kartu Keluarga yang berlaku paling singkat enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB, “ terangnya.

    Wali murid yang hendak mendaftarkan anaknya ke SMA dan SMK negeri hari ini terlihat berjubel di beberapa sekolah Karena tak ingin kehabisan formulir pendaftaran, warga pun rela datang pagi dan mengantri berdesakan.

    Sejak pukul 06.00 WIB Senin, 17 Juni 2019 sudah banyak warga yang memadati area sekolah negeri. Misalnya di SMA Negeri 2 Kota Depok, "Padat banget tadi pas saya datang. Berjubel dan desak-desakan," kata Yuke salah satu warga yang mendaftarkan anaknya di SMA Negeri 2.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id