Masih Zona Oranye, Bengkayang Kembali Tunda PTM

    Antara - 15 Februari 2021 09:49 WIB
    Masih Zona Oranye, Bengkayang Kembali Tunda PTM
    Ilustrasi. Foto: Antara/Okky Lukmansyah
    Pontianak: Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat Gustian Andiwinata menyatakan pemerintah daerah telah memutuskan untuk kembali menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sejatinya, PTM akan dimulai hari ini.

    "Namun karena Bengkayang masih zona oranye dan sebagaimana disampaikan Gubernur bahwa zona oranye covid-19 masih belum boleh melaksanakan PTM," kata Gustiawan saat dihubungi di Bengkayang, Senin, 15 Februari 2021.

    Ia menjelaskan dengan kondisi yang ada sebagai arahan gubernur bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait, meminta agar Disdikbud di setiap daerah mengkaji inovasi baru dalam rangka menjaga serta mengedepankan mutu pendidikan di Kalimantan Barat selama masa pandemi berlangsung. Tentunya bergantung pada situasi dan kondisi di masing-masing daerah.

    "Khususnya dalam penanganan di tiap-tiap zona oranye untuk tidak melakukan sekolah tatap muka. Terutama dalam menjalankan SKB 4 Menteri yang sampai saat ini tidak bisa kita laksanakan," ujarnya.

    Ia berharap Bupati terpilih yang rencananya akan dilantik pada 17 Februari 2021 berani mengambil langkah. Pada dasarnya, kata dia, dalam aturan yang berlaku bahwa Bupati/Wali Kota boleh mengambil langkah asal tidak membuat situasi dan kondisi di tiap-tiap daerah menjadi zona oranye.

    Baca: Pemko Pekanbaru Hanya Izinkan 50% Sekolah Tatap Muka

    Dia menambahkan untuk saat ini di Kabupaten Bengkayang, PTM merupakan suatu kewajiban yang seharusnya dilaksanakan, khususnya di daerah-daerah terpencil. Mengingat, di beberapa daerah terpencil di Kabupaten Bengkayang masih banyak yang minim akan fasilitas belajar daring seperti sarana internet, alat-alat elektronik penunjang daring (laptop/handphone), dan listrik.

    "Jadi itu jadi kendala sendiri karena kita keterbatasan internet, sarana handphone atau komputer," ungkapnya.

    Bahkan, kata dia, di beberapa wilayah masih ada yang kesulitan listrik. Ia berharap PTM dapat segera dilaksanakan di Bengkayang dalam rangka memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak yang di tempat tinggalnya tak memiliki fasilitas penunjang untuk belajar daring. Tentunya, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

    "Kita harus menjamin agar wilayah kita tak masuk ke zona oranye karena apabila hal itu terjadi tentu berbahaya bagi murid, tenaga pengajar, dan pihak-pihak lainnya," ujar Gustian.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id