Pernyataan Sikap Forum Dekan FSH PTKI Terkait Bom Makassar

    Arga sumantri - 01 April 2021 10:57 WIB
    Pernyataan Sikap Forum Dekan FSH PTKI Terkait Bom Makassar
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta: Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia mengutuk aksi teror yang terjadi di Makassar. Teror bom merupakan tindakan yang tidak dibenarkan oleh norma hukum dan norma agama mana pun.

    "Karena itu, kami mendesak aparat kepolisian untuk melakukan penegakan hukum secara transparan dan akuntabel," kata Ketua Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKI H. Ahmad Tholabie Kharlie dalam keterangannya, Kamis, 1 April 2021.






    Ia mengatakan, peristiwa bom Makassar menunjukan langkah preventif pemerintah yang diamanatkan dalam Pasal 43A ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme tidak berjalan dengan maksimal. Dalam konteks ini, perlu ada evaluasi yang menyeluruh khususnya dalam hal pencegahan tindak pidana terorisme.

    "Korban yang diakibatkan oleh teror bom Makassar agar dipastikan mendapat kompensasi, bantuan medis, atau rehabilitasi psikososial dan psikologis oleh pemerintah sebagaimana amanat Pasal 43L ayat (1) UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme," jelasnya.

    Baca: Rawan Terpapar Hoaks, Peningkatan Literasi Digital Mendesak Dilakukan

    Pelaku bom Makassar yang berasal dari kalangan milenial perlu menjadi perhatian sangat serius oleh semua pihak seperti pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, tokoh agama serta orang tua. Merujuk data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2020, jumlah generasi milenial sebesar 25,87 persen dan generasi Z sebesar 27,94 persen merupakan kelompok dominan dibanding kelompok usia lainnya. 

    "Karena itu, fenomena bomber milenial harus menjadi catatan serius kita semua," ungkapnya.

    Ia mengajak kepada seluruh dekan dan sivitas akademika Fakultas Syariah dan Hukum di lingkungan PTKI di seluruh Indonesia untuk senantiasa meningkatkan literasi pemahaman keagamaan yang benar dan tepat kepada seluruh sivitas akademika. Ini jadi bagian dari upaya tidak memberi ruang gerak dan kesempatan atas berkembangnya semua ajaran yang membahayakan persatuan dan kebinekaan di Indonesia.

    "Mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus memelihara dan mewujudkan kehidupan yang harmonis di tengah keragaman dan kebinekaan bangsa Indonesia," ujarnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id