BPOM Bakal Turun ke Sekolah Cari Duta Kosmetik dan Jamu Aman

    Citra Larasati - 03 Maret 2021 17:32 WIB
    BPOM Bakal Turun ke Sekolah Cari Duta Kosmetik dan Jamu Aman
    Peluncuran BPOM Goes to School dan Campus. Foto: Dok. BPOM



    Jakarta:  Badan POM meningkatkan pengawasan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya konsumen milenial usia sekolah dan mahasiswa agar dapat memilih dan menggunakan produk obat tradisional, suplemen Kesehatan, dan kosmetika yang aman dan bermutu. Salah satunya melalui program Badan POM Goes to School dan Badan POM Goes to Campus.

    Kegiatan utama dari program tersebut adalah berupa pemberian edukasi dan informasi kepada masyarakat melalui kegiatan pemilihan Duta atau spokeperson yang berasal dari generasi milenial, antara lain pelajar menengah dan mahasiswa. Tujuannya untuk membentuk masyarakat cerdas dan sebagai upaya dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan Indonesia Maju






    “Program Badan POM Goes to School dan Badan POM Goes to Campus merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Badan POM, khususnya bagi generasi milenial”, kata Kepala Badan POM, Penny K. Lukito, Rabu, 3 Maret 2021.

    Hal yang mendasari adanya program ini adalah peningkatan penggunaan teknologi informasi selama masa pandemi, yang berimbas pada derasnya arus informasi.  Termasuk informasi yang tidak sesuai atau hoaks terkait obat tradisional dan kosmetika.

    "Generasi milenial menjadi sasaran utama sebagai kelompok yang rentan terpapar berita hoaks tersebut," papar Penny.

    Dalam hal ini, Kemendikbud akan berperan dalam mendorong tiap satuan Pendidikan, baik Perguruan Tinggi maupun Pendidikan Menengah, dalam bentuk surat edaran untuk memfasilitasi program Badan POM Goes to School/ Campus.   Dari program tersebut, diharapkan dapat terpilih Duta Kosmetik Aman dan Duta Jamu Aman yang ke depannya dapat menjadi influencer bagi komunitasnya di dalam memilih Obat Tradisional dan Kosmetika aman.

    Baca juga:  Berkat 'Biskuit Ulat' Mahasiswa UB Raih Perak di AISEEF 2021

    Program ini juga diharapkan dapat dimasukkan sebagai program ekstrakurikuler  di bidang pemberdayaan bagi mahasiswa dan pelajar.  Demikian pula dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, juga diharapkan untuk dapat berperan aktif mengikutsertakan anggotanya dalam mewujudkan Duta Kosmetika dan Jamu Aman di setiap kwartir.

    Selain itu, keterlibatan Yayasan Puteri Indonesia diharapkan berperan memberikan pengetahuan dan praktik tentang penggunaan kosmetika yang benar dan tepat, pelatihan public speaking, dan teknik komunikasi agar para duta dapat menjadi icon yang menarik dan komunikatif.

    “Peran seluruh lintas sektor sangat berarti dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini bangsa Indonesia dapat terhindar dari Obat Tradisional dan Kosmetika yang mengandung bahan yang berbahaya dan dilarang menurut ketentuan perundangan yang berlaku," ujar Penny.

    Obat tradisional dan kosmetika saat ini menjadi komoditi yang banyak digandrungi masyarakat luas, terutama kalangan milenial. Meningkatnya kesadaran akan kesehatan di masa pandemi covid-19, serta meningkatnya kepedulian akan penampilan yang menarik menjadi faktor kedua produk tersebut menjadi semakin populer.

    Di sisi lain, tingginya permintaan juga memunculkan oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kesempatan dengan memproduksi atau mendistribusikan obat tradisional dan kosmetika yang tidak memenuhi standar persyaratan keamanan, mutu, dan manfaat. Termasuk meningkatnya promosi obat tradisional dengan klaim dapat menyembuhkan penderita covid-19.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id