Vaksinasi Guru Masih Lambat, PTM Terbatas Sulit Dipaksakan Serentak

    Citra Larasati - 04 Juni 2021 14:29 WIB
    Vaksinasi Guru Masih Lambat, PTM Terbatas Sulit Dipaksakan Serentak
    Guru sedang mengajar di muka kelas. Foto: Istimewa



    Jakarta:  Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta pemerintah untuk tidak memaksakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas digelar serentak pada tahun ajaran baru Juli 2021 mendatang.  Mengingat laju vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan masih sangat rendah.

    Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim mengatakan, pihaknya sangat memahami ancaman learning loss, meningkatnya angka putus sekolah, dan angka perkawinan usia sekolah di beberapa daerah sebagai dampak pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama hampir 1,5 tahun yang belum efektif akan berdampak panjang.  Bahkan sangat berpotensi mengancam bonus demografi Indonesia, sebab ini menyangkut kualitas SDM Indonesia sekarang dan nanti. 

     



    Namun di sisi lain faktor risiko sangat besar, jika sekolah dipaksa dibuka serentak pertengahan Juli 2021 nanti. Mengingat angka Covid-19 masih tinggi, munculnya varian baru Covid yaitu B.1.1.7 yang penularannya lebih cepat dan ganas, dan angka positivity rate yang masih tinggi di atas 10 persen di banyak daerah.

    Tentu opsi memaksa membuka sekolah akan mengancam nyawa, keselamatan, dan masa depan siswa termasuk guru dan keluarganya.  Bagi P2G, ada dua indikator mutlak sekolah bisa dimulai tatap muka di awal Tahun Ajaran Baru Juli 2021 nanti.

    "Yaitu tuntasnya vaksinasi guru dan tenaga kependidikan, kemudian sekolah sudah memenuhi semua Daftar Periksa kesiapan sekolah tatap muka, yang berisi 11 item, dan dua hal ini tidak bisa ditawar-tawar" ungkap Satriwan, Jumat, 4 Juni 2021.

    Baca juga:  PTM Terbatas Boleh Digelar Tanpa Vaksinasi, PGRI: Tidak Konsisten

    Satriwan melanjutkan, syarat pertama adalah tuntasnya vaksinasi guru. Adapun proses vaksinasi guru dan tendik semula ditargetkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim rampung bulan Juni 2021 bagi sekitar 5 juta pendidik dan tendik, ternyata hingga awal Juni ini baru sekitar 1 juta guru yang divaksin.

    "Kami dari awal mendapatkan laporan dari jaringan P2G daerah, vaksinasi guru tendik memang lambat di daerah-daerah. Kami meminta kementerian untuk gerak cepat, apalagi kita baru impor vaksin dari luar," imbuh guru salah satu SMA di Jakarta ini.

    Baca juga:  Kemendikbudristek: Sekolah Boleh PTM Terbatas Meski Guru Belum Divaksin 

    P2G mengingat sekali Mendikbudristek juga pernah menyampaikan hal ini ke media, bahwa sekolah baru dapat dibuka jika vaksinasi guru telah rampung.  "Kami berharap Pemerintah, Kemendikbud konsisten dengan hal ini, mengingat sudah divaksin saja masih ada potensi terpapar Covid, apalagi belum," tegas Iman Z. Haeri, Kabid Advokasi P2G.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id