RUU Ciptaker Dinilai Berpotensi Jadikan Indonesia Pasar Bebas Pendidikan

    Arga sumantri - 12 September 2020 10:46 WIB
    RUU Ciptaker Dinilai Berpotensi Jadikan Indonesia Pasar Bebas Pendidikan
    Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. Tangkapan layar
    Jakarta: Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menilai Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) berpotensi membuat Indonesia jadi pasar bebas pendidikan. Sebab, ada beberapa pasal terkait pendidikan yang kontraproduktif dengan filosofi dan tujuan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. 

    "Jika benar-benar diterapkan maka RUU Ciptaker klaster pendidikan akan membawa Indonesia sebagai pasar bebas pendidikan," kata Huda melalui keterangan tertulis, Sabtu, 12 September 2020. 

    Menurut Huda, semangat yang dibawa RUU Ciptaker mengarah kepada liberalisasi pendidikan. Peran negara dibuat seminimal mungkin dan menyerahkan penyelenggaraan pendidikan kepada kekuatan pasar.

    "Kondisi ini akan berdampak pada tersingkirnya lembaga-lembaga pendidikan berbasis tradisi seperti pesantren dan kian mahalnya biaya pendidikan," ujarnya.

    Baca: Kemendikbud: RUU Ciptaker Tak Merugikan Pendidikan Indonesia

    Dia memaparkan, sejumlah perubahan regulasi pendidikan di RUU Ciptaker meliputi penghapusan persyaratan pendirian perguruan tinggi asing di Indonesia dan penghapusan prinsi nirlaba dalam otonomi pengolahan perguruan tinggi. Kemudian penghapusan kewajiban bagi perguruan tinggi asing untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi nasional. 

    Selain itu, kata dia, RUU Ciptaker klaster pendidikan juga menghapus sanksi pidana dan denda bagi satuan pendidikan yang melakukan pelanggaran administratif. Lalu, tidak adanya kewajiban bagi program studi untuk melakukan akreditasi, hingga dosen lulusan luar negeri tidak perlu lagi melakukan sertifikasi dosen. 

    "Beberapa pasal dalam RUU Ciptaker kluster pendidikan yang mengundang polemik dapat dilihat di Pasal 33 ayat 6 dan 7, Pasal 45 ayat 2, pasal 53, pasal 63, Pasal 65, Pasal 67, Pasal 68, Pasal 69, Pasal 78, dan Pasal 90," bebernya.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id