Festival Sains dan Budaya 2020

    ISPO dan Osebi Selaras dengan Manajemen Talenta Nasional

    Citra Larasati - 23 Februari 2020 10:00 WIB
    ISPO dan Osebi Selaras dengan Manajemen Talenta Nasional
    Pembukaan Festival Sains dan Budaya 2020. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
    Jakarta:  Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memetakan, menjaring, dan mengelola prestasi siswa maupun mahasiswa di Indonesia.  Tidak hanya prestasi yang digelar oleh pemerintah, namun juga swasta dan masyarakat sebagai bagian dari sistem Manajemen Talenta Nasional yang tengah dibangun pemerintah.

    Analis Pengembangan Peserta Didik, Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud, Rizal Alfian mengatakan, bahwa sebagai lembaga baru, Pusat Prestasi Nasional mendapatkan amanah untuk melakukan hal tersebut.  

    "Karena ini masih baru, sementara ini kami masih menjalankan program kompetisi reguler yang sudah berjalan. Ke depan akan dibuat program bagaimana menjaring prestasi dari luar, seperti kompetisi ISPO (Indonesian Science Project Olympiad) dan OSEBI (Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia) ini, yang digelar di luar kementerian," kata Rizal, di sela-sela penyelenggaraan Festival Sains dan Budaya, di Jakarta, Sabtu, 22 Februari 2020.

    Menurut Rizal, kompetisi ISPO dan OSEBI yang digelar Kharisma Bangsa dan Eduversal merupakan salah satu wujud nyata partisipasi masyarakat yang membuktikan bahwa fungsi pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.  Namun juga melibatkan masyarakat atau komunitas sebagai kekuatan sosial.

    Dari FSB ini, kata Rizal, para siswa pemenang akan dipetakan dan difasilitasi agar prestasinya terus berkelanjutan. "Ini yang dimaksud dari manajemen talenta, kami sedang menyusun Manajemen Talenta Nasional," terangnya.

    Presiden Direktur OSEBI, Liliana Muliastuti dan Presiden Direktur ISPO Riri Fitri Sari mengapresiasi keberadaan Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud yang akan memfasilitasi siswa berprestasi di Tanah Air.  "Kalau boleh kita melihat Korea Selatan, mereka menjadi maju di Asia dan Dunia, karena pemerintahnya memberi dukungan kepada pengembangan prestasi pelajarnya," ujar Liliana.

    Tidak hanya di Korea Selatan, sejumlah negara maju di dunia saat para pelajarnya tengah mengikuti kompetisi sains misalnya, maka dukungan juga datang dari perguruan tinggi.  "Jadi banyak sekali peserta kompetisi sains di negara maju yang mereka mengerjakan penelitiannya di kampus, dibimbing. Di kita sudah mulai seperti itu juga," imbuh Riri. 

    Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Amany Lubis menilai kegiatan Festival Seni Budaya (FSB) ini sangat positif dalam mewadahi bakat seni dan kreativitas sains dan budaya siswa di Tanah Air.  Ia berharap kegiatan ini terus dilanjutkan, guna memupuk semangat berkarya anak-anak bangsa.

    "Saya kira FSB ini harus terus dilanjutkan, apalagi kegiatan ini telah bertahun-tahun dilaksanakan dengan peserta yang semakin meningkat. Sehingga, kita bisa lihat kinerja Kharisma Bangsa yang konsisten dalam pengembangan sains dan budaya secara global," kata Amany.


    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id