Sekitar 9.000 Siswa di Kepri Tak Tertampung SMA/SMK Negeri

    Antara - 04 Juli 2020 12:03 WIB
    Sekitar 9.000 Siswa di Kepri Tak Tertampung SMA/SMK Negeri
    Ilustrasi: Foto: MI/Arya Manggala
    Tanjungpinang: Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memprediksi sekitar 9.000 siswa tak bakal tertampung di SMA dan SMK Negeri dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020. Sebab, daya tampung SMA dan SMK se-Kepri sekitar 23.789 siswa, sedangkan lulusan tingkat SMP sederajat sebanyak 32.293 siswa.

    "Kalau kita prediksi semuanya ingin bersekolah di negeri, kita kekurangan sekitar 9.000 daya tampung. Tapi ada pilihan ke sekolah swasta yang saat ini sudah sangat baik. Pemerintah juga harus memikirkan nasib sekolah swasta ini," kata Kepala Disdik Kepri, Muhamamd Dali, melansir Antara, Sabtu, 4 Juli 2020. 

    Ia pun mendorong sekolah swasta bisa ikut bersaing dalam mempromosikan sekolahnya dengan memberikan pelayanan dan sistem belajar terbaik. Dengan begitu, bisa menjadi salah satu nilai tersendiri bagi calon orang tua siswa untuk memilih sekolah swasta tersebut.

    "Di sini kita mengimbau sekolah swasta berlomba-lomba memberikan pelayanan pendidikan yang baik dan tidak mengedepankan biaya yang tinggi. Sedangkan untuk SLB tidak ada masalah, karena rata-rata di Kepri berjanjang dari SD, SMP hingga SMA," ujar dia.

    Dali memerinci, Rencana Daya Tampung (RDT) seluruh SMA/SMK/MA negeri dan swasta dalam PPDB tahun ini mencapai 38.479 siswa. Sementara, data peserta Ujian Nasional tingkat SMP sederajat yang baru lulus ada 32.293 siswa.

    "Merujuk dari data itu, jumlah RDT yang ada saat ini sudah sangat mencukupi. Artinya, ada kursi kosong sekitar 6.186. Jadi untuk orang tua siswa diminta jangan khawatir karena semua siswa dipastikan dapat kursi," ujarnya.

    Baca: Pengamat: PPDB Langganan Ribut

    Meskipun data RDT sangat mencukupi, kata dia, fakta di lapangan terkadang berbanding terbalik. Musababnya, stigma orang tua murid yang masih lebih memilih sekolah favorit, sehingga terjadi penumpukan siswa.

    "Melalui sistem PPDB inilah pemerintah ingin menghilangkan stigma tersebut. Pemerataan siswa unggul, sehingga dalam PPDB tahun ini kita perketat lagi dengan tetap mengacu pada Permendikbud RI," ujar Dali.

    Dali mengatakan, PPDB di Kepri berlangsung sejak 29 Juni hingga 3 Juli. Ada dua sistem yang dipakai, yakni secara online maupun offline. Untuk pendaftaran PPDB online dilakukan melalui situs provinsikepri.siap-ppdb.com.

    Sama seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan PPDB online 2020/2021 tetap menggunakan jalur zonasi dengan persentase 50 persen, jalur afirmasi dengan persentase 15 persen, jalur prestasi persentase 30 persen, dan jalur perpindahan orang tua dengan persentase 5 persen.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id