Kuota Belajar Dihapus, FSGI: Langkah Tepat

    Ilham Pratama Putra - 03 Maret 2021 15:44 WIB
    Kuota Belajar Dihapus, FSGI: Langkah Tepat
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta:  Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang menghapus kuota belajar dalam bantuan kuota internet di 2021.  Sebelumnya, subsidi kuota internet bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen dipecah menjadi kuota belajar dan kuota umum. 

    Meski volume atau besaran bantuan kuota internet menurun dibandingkan periode sebelumnya, namun penghapusan kuota belajar dinilai sebagai langkah tepat. Sebab porsi kuota yang lebih banyak digunakan akhirnya dialihkan ke kuota umum.






    "Kuota belajar tidak terpakai oleh siswa, karena kebutuhan siswa di dalam pembelajaran itu banyak sekali menggunakan kuota umum," terang Sekjen FSGI Heru Purnomo kepada Medcom.id, Rabu, 3 Maret 2021.

    Heru memberi contoh subsidi kuota yang diberikan untuk guru di jenjang pendidikan dasar dan menengah pada 2020. Total kuota yang diberikan kala itu sebesar 42 GB dengan rincian, 37 gigabye kuota belajar dan 5 gigabyte kuota umum.

    Baca juga:  Jumlah Subsidi Kuota Internet Berkurang, Ini Kata Nadiem

    Dengan diberikannya 12 gigabyte (GB) untuk kuota umum pada tahun ini, tentu jumlahnya bisa dibilang meningkat. Sekaligus para pelajar dan pendidik bisa lebih leluasa menggunakan kuota umum tersebut.

    "Kenyataannya peserta didik dan pendidik itu dalam aktivitas belajar daring banyak menggunakan kuota umum. Jadi untuk memperhatikan tayangan YouTube, kemudian siswa merekam pekerjaannya lalu dikirim, lalu untuk aktivitas menggunakan Zoom, Google Meet atau untuk aplikasi pertemuan dunia maya lainnya.  Artinya di sini agak lebih baik menurut kami dari sisi pemberian kuota umum itu," ungkap Heru.

    Nadiem menjelaskan untuk siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan memperoleh volume kuota sebanyak 7 GB per bulan.  Siswa jenjang pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh volume kuota sebanyak 10 GB per bulan. Padahal pada tahun sebelumnya pada jenjang ini diberikan sebesar 35 GB per bulan.
     
    Sementara untuk guru PAUD, jenjang pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh 12 GB per bulan. Sedangkan tahun sebelumnya, diberikan 42 GB per bulan.
     
    Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen, akan memperoleh kuota sebanyak 15 GB per bulan. Pada 2020, kelompok ini menerima sebesar 50 GB per bulan.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id