Buku Kiat Sukses Asesmen Nasional Beredar di Sekolah

    Ilham Pratama Putra - 26 Oktober 2020 19:37 WIB
    Buku Kiat Sukses Asesmen Nasional Beredar di Sekolah
    Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah
    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum melakukan sosialisasi terkait Asesmen Nasional (AN) yang berisikan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter. Namun, buku berupa kiat sukses pengganti Ujian Nasional (UN) itu telah beredar di sekolah-sekolah.

    "Saya miris betul, baru saja tadi pagi ada salah satu komite sekolah anak-anak dianjurkan untuk try out AKM, ini hambatan kita di lapangan. Ada buku kiat sukses AKM," kata Kepala Bidang SMP dan SMA Disdik DKI Jakarta, Muhamad Husin, dalam Webinar YouTube Pendidikan VOX Point, Minggu, 25 Oktober 2020.

    Dia menduga, bahwa buku prediksi AKM ini beredar di sekolah-sekolah favorit. Hal ini diyakini untuk menjaga nama baik sekolah.

    "Saya enggak tahu laku atau enggak, tapi banyak yang sudah ditawarkan ke sekolah, mungkin sekolah favorit kali ya, mereka masih menganggap AN ini pengganti UN untuk masuk ke jenjang berikutnya, padahal tidak," kata Husin

    Padahal AN sangat berbeda dengan AN. Substansi AN bukan mengejar nilai seperti UN.  "Try out segala macem soal prediksi asesmen, mau memperkaya boleh, tapi jadi bias pas ini diterima masyarakat tanpa sosialisasi," tuturnya.

    Orang tua murid SMA Swasta di Jakarta Timur, Elindra Yeti pun mengaku cemas dan belum begitu memahami apa itu AN. Dia juga mengutarakan bahwa masih banyak orang tua murid yang menganggap AN hanyalah perubahan nama dari UN.

    "Kecemasan utama tadi jangan-jangan AN ini enggak jauh beda dengan UN, jadi ada siap-siap untuk try out, siap-siap bimbel lagi nih, apa bedanya dengan yang kemarin. Yang ingin kami ketahui apa tujuan asesmen, gimana implementasi, apa yang disiapkan orang tua," kata Elindra.

    Baca juga:  Tak Pegang Juknis, Disdik Sulit Sosialisasikan Asesmen Nasional

    Untuk itu Disdik juga meminta juknis AN kepada Kemendikbud. Agar sosialisasi AN dapat disegerakan dan pesan yang disampaikan dapat dimengerti secara baik oleh masyarakat.

    "Juknisnya belum ada, jadi makanya saya belum bisa menyosialisasikan (AN), saya dasarnya apa menyosialisasikan. Saya kira kendalanya teknis," terang Husin.

    Baca juga:  Sosialisasi Asesmen Nasional Minim, Guru Terpaksa Cari Tahu Lewat Medsos

    Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) juga meminta hal yang sama. Sosialisasi terkait AN ini sangat penting bagi satuan pendidikan dan juga masyarakat.

    "Jangan sampai desain yang baik tapi persiapannya kurang, implementasinya amburadul. Saya ingatkan betul, memang dalam proses ini masih belum ada payung hukumnya, PP (peraturan pemerintah) kan harus diubah, naskah akademiknya juga Saya pertanyakan betul, jangan hanya power point saja,"  kata Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK, Agus Sartono.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id