Produktivitas Hak Kekayaan Intelektual PTKI Melesat

    Intan Yunelia - 15 Januari 2020 18:28 WIB
    Produktivitas Hak Kekayaan Intelektual PTKI Melesat
    Jumlah HKI PTKIN hingga 2020. Foto: Kemenag/Dok. Humas
    Jakarta:  Tren produktivitas sivitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terus meningkat. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang diterbitkan.

    Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag, Suwendi mengatakan, jumlah sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) PTKI meningkat signifikan dari tahun ke tahun.  Awal 2019 jumlahnya masih 1.637 sertifikat, kemudian pada Januari 2020 ini, sertifikat HKI melesat hingga mencapai 7.198 sertifikat. 

    "Perinciannya, sebanyak 3.669 dari UIN, 3.077 dari IAIN, 59 dari STAIN, dan 393 dari PTKIS. Jumlah ini akan terus bertambah, sebab data ini masih terus bergerak, terutama dari PTKIS," kata Suwendi dalam siaran pers, Rabu, 15 Januari 2020.

    Sesditjen Pendidikan Islam, Kemenag, Imam Safei menilai hal ini sebagai bagian dari indikator peningkatan mutu PTKI.  Hak ini juga menjadi pertanda baik, kualitas mutu PTKI tak kalah dengan PTN umum lainnya. 

    "Sebuah universitas atau perguruan tinggi akan semakin diakui mutu dan kualitasnya, salah satunya karena jumlah hak kekayaan intelektual (HKI)-nya berjumlah tak terhitung, terutama hak paten," ujar Imam.

    Sementara itu, Kepala Seksi Penelitian dan Pengelolaan HKI, Makhrus berharap, selain sertifikasi HKI, PTKI juga harus lebih serius dalam peningkatan jumlah hak paten.  Pengurusan paten jauh lebih rumit dan lebih panjang proses dari sekadar sertifikasi.

    Untuk itu, PTKI perlu lebih fokus dan serius mengurus hal tersebut.  “Tahun 2020, insya Allah sudah ada klaster khusus penelitian yang output-nya paten. Secara teknis pengurusannya melalui sentra HKI di kampus atau langsung secara online ke www.kemenkumham.go.id.

    Ada sejumlah persyaratan tertulis dan sedikit berkas yang harus dipenuhi,” jelasnya.

    Ia menuturkan, HKI ini bisa menjadi pemicu untuk memunculkan program-program priorotas.  Makhrus berharap tahun depan jumlahnya kembali meningkat cukup signifikan. 

    “Urgensi dan sosialisasi pendataan HKI hingga awal 2020 ini dapat menjadi pintu masuk program prioritas setiap PTKI,” tutupnya




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id