UGM Terapkan Blended Learning di Tahun Akademik Baru

    Ilham Pratama Putra - 03 Juni 2021 19:09 WIB
    UGM Terapkan <i>Blended Learning</i> di Tahun Akademik Baru
    Kampus UGM. Foto: UGM/Humas



    Jakarta: Pada tahun akademik baru 2021/2022 Universitas Gadjah Mada (UGM) bakal memulai blended learning atau pembelajaran campuran antara daring dan luring. Atau yang lebih dikenal di UGM sebagai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Bauran.

    KBM Bauran itu tertuang dalam suarat edaran nomor 2681/UN1.P/SET-R/KR/2021 tertanggal 12 April 2021. Dalam KBM Bauran, UGM akan memprioritaskan mahasiswa angkatan 2020 dan angkatan terbaru yakni 2021.

     



    "Serta mereka yang membutuhkan kegiatan praktikum, praktik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penyelesaian tugas akhir," kata Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM, Djagal Wiseso dalam siaran pers UGM dikutip Kamis, 3 Juni 2021.

    Dia mengatakan KBM Bauran itu tetap akan memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan. Dua hal itu menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian KBM Bauran.

    "Kita berharap fakultas dan sekolah menguatkan tim Health Promoting University (HPU) untuk mendukung tim pelaksana KBM Bauran ini. Ini adalah kegiatan untuk mahasiswa-mahasiswa angkatan 2020, 2021, dan mereka-mereka yang memerlukan kegiatan luring untuk mencapai target capaian pembelajaran yang telah ditentukan dalam kurikulum," sebut dia.

    Mahasiswa yang ikut KBM Bauran pun diminta membawa surat persetujuan dari orang tua atau wali. Untuk tahap awal ini, mahasiswa yang diperbolehkan ikut kuliah secara luring adalah mereka yang berdomisili di DIY dan sekitarnya.

    “Untuk surat pernyataan ini (informed consent) telah disediakan di aplikasi Simaster UGM serta bersedia mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan yang ditentukan Satgas covid-19 UGM," terangnya.

    Sementara itu, Kepala Pusat Inovasi Kebijakan Akademik UGM, Hatma Suryatmojo mengatakan, proses KBM Bauran ini mengikuti Surat Edaran Rektor yang terakhir. Dalam panduan KBM Bauran dimandatkan di setiap fakultas harus ada Tim KBM Bauran.

    Baca juga:  Sekolah Vokasi UGM Bakal Buka Prodi Magister Terapan

    Tim KBM Bauran di tingkat fakultas ini dipimpin Wakil Dekan Bidang Akademik dan nantinya akan membentuk gugus tugas. Gugus tugas yang dibentuk terdiri dari Tim HPU (Health Promoting University) fakultas, Tim Satgas Covid-19 fakultas dan dosen serta tendik yang ditunjuk.

    “Setelah tim ini ada maka tugas berikutnya melakukan pemetaan. Pemetaan terhadap mata kuliah yang membutuhkan kegiatan luring pada semester depan," ucap Hatma.

    Hatma menambahkan tim fakultas ini turut memetakan fasilitas-fasilitas apa saja yang perlu disiapkan selama belajar luring. Termasuk memantau kapasitas kelas, menghitung jumlah tenaga kependidikan yang akan dilibatkan serta peralatan prokes yang disiapkan.

    Ia menjelaskan, bahwa KBM Bauran untuk mahasiswa angkatan lain dilakukan secara bertahap, sesuai dengan perkembangan kondisi pandemi Covid-19. Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti KBM Bauran tetap bisa melanjutkan studi melalui KBM Daring yang disiapkan oleh program studi masing-masing.

    “Bobot nilai tetap sama antara mereka yang mengikuti kuliah secara luring maupun daring. Tetap sama, luring itu hanya membantu agar mahasiswa lebih bisa paham, lebih bisa mendalami dan memahami materi," jelasnya.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id